Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Dewan Pimpinan (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Said Abdullah mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memberi tindakan lebih tegas terhadap Israel.
Hal ini berkaitan dengan gugurnya tiga prajurit TNI akibat serangan Israel di kontingen UNIFIL di Lebanon, Minggu (29/3/2026) lalu.
"Kita berduka atas gugurnya tiga orang prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian atas nama PBB dan lima TNI lainnya mengalami luka-luka," ujar Said, Sabtu (4/4/2026).
Ia menilai, serangan yang dilakukan Israel terhadap pasukan perdamaian UNIFIL menandakan rezim Zionis itu merasa berdiri di atas hukum.
Sejak Oktober 2024, Israel menyerang pasukan penjaga perdamaian di Lebanon sebanyak 25 kali.
Said mengatakan, serangan berulang tersebut membuat Israel terkesan mendapatkan impunitas. Termasuk juga genosida yang dilakukan di Gaza, Palestina.
"Dunia dan PBB seolah tak kuasa menahan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel," katanya.
Ia pun medorong agar Dewan HAM PBB serta negara berdaulat untuk melaporkan Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Hal ini menurutnya adalah bukti pelanggaran Piagam PBB serta harusnya termasuk sebagai kejahatan kemanusiaan.
Israel, lanjut Said harus bertanggung jawab atas gugurnya tiga prajurit TNI anggota UNIFIL, termasuk lima lainnya yang saat ini terluka akibat serangan Minggu lalu.
Diketahui jenazah tiga prajurit TNI anggota UNIFIL sedang dalam perjalanan dari Turki, Sabtu sore. Diperkirakan jenazah akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 17.35 WIB.
Personel pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia, yakni Kopral Dua Farizal Rhomadhon, gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3/2026).
Selanjutnya, pada Senin (30/3/2026) dua personel UNIFIL yang merupakan prajurit TNI kembali gugur yakni Mayor Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Kepala Muhammad Nur Ichwan.
Sementara itu, sebanyak lima prajurit TNI yang terluka meliputi Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Prajurit Kepala (Praka) Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan. (ant/iwh)




