DPR Dorong Percepatan Kendaraan Listrik untuk Tekan Subsidi BBM

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XII DPR Bambang Haryadi mendorong percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“Subsidi energi yang disalurkan melalui BUMN saat ini sudah mencapai Rp120 triliun per tahun, dengan porsi terbesar digunakan untuk konsumsi BBM berjenis solar dan pertalite. Kondisi tersebut dinilai berisiko semakin membebani APBN apabila terjadi lonjakan harga minyak akibat konflik geopolitik di Timur Tengah,” katanya dalam siaran pers resmi.

BACA JUGA: Geopolitik Global Picu Risiko Energi, Davigo Dorong Transisi Motor Listrik

Bambang pun menilai, ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global, termasuk melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia. Gangguan pada jalur tersebut dapat memicu kenaikan harga minyak mentah dan memperbesar beban subsidi energi nasional.

“Dengan demikian, salah satu opsinya adalah mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Untuk itu, penting kebijakan jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada BBM bersubsidi. Salah satu langkah strategis yang dinilai paling realistis adalah mempercepat adopsi kendaraan listrik,” katanya.

BACA JUGA: Fraksi PAN DPR Kutuk Serangan Israel kepada Pasukan Perdamaian PBB

Bambang menyebut perkembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan, terutama dengan bertambahnya jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai daerah. Kehadiran SPKLU mobile juga dinilai mampu menjawab kekhawatiran masyarakat terkait keterbatasan titik pengisian daya.

Namun demikian, Bambang menegaskan percepatan pembangunan SPKLU tidak bisa hanya bergantung pada negara. “Kalau perlu, seluruh mal wajib ada SPKLU. Jika infrastrukturnya tersedia, minat akan tumbuh,” katanya.

BACA JUGA: Polresta Bandung Limpahkan Tersangka Kasus BBM Subsidi, Modusnya Pakai Barcode Palsu

Dari sisi biaya operasional, kendaraan listrik dinilai jauh lebih efisien. Berdasarkan diskusinya dengan pelaku industri, biaya penggunaan kendaraan listrik sekitar Rp1.600 per kwh, lebih murah dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.

“Ketika masyarakat mulai beralih, konsumsi BBM bersubsidi bisa ditekan dan beban APBN ikut berkurang,” ujarnya.

Bambang menegaskan, Komisi XII DPR juga akan mendorong penyusunan regulasi yang lebih tegas untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik, termasuk skema insentif, pajak serta dukungan fiskal lainnya.

Menurutnya, percepatan transisi energi tidak hanya penting untuk keberlanjutan lingkungan, tetapi juga sebagai strategi mitigasi risiko terhadap gejolak harga energi global akibat konflik geopolitik.

“Yang terpenting, negara tidak terus membebani APBN untuk konsumsi BBM. Kita harus berani beralih ke energi yang lebih efisien dan berkelanjutan,” pungkasnya.(fri/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

BACA ARTIKEL LAINNYA... Harlah Ke-113 Mathla’ul Anwar, Jazuli: Momentum Penguatan Peran Strategis


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gunung Dukono di Halmahera Meletus Dahsyat Malam Ini, Kolom Abu 3.000 Meter
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Nyebrang Rel Cikoko Mau Cari Makan, Wanita di Jaksel Tewas Tertemper Kereta
• 5 jam laludisway.id
thumb
Aksi Sigap Dedi Mulyadi Saat Diajak Melanie Subono Bahas Nasib Gajah Sumatera di Bandung Zoo Tuai Pujian
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Menag Nasaruddin Ajak Umat Doakan Kedamaian di Hari Paskah 2026
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Ancaman Kekeringan El Nino "Godzilla" di Indonesia, Apa Itu dan Ini Daftar Wilayah Terdampak
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.