Teheran: Sedikitnya 24 petugas kesehatan dilaporkan tewas di Iran sejak dimulainya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026.
Kepala Organisasi Layanan Medis Darurat Iran, Jafar Miadfar, menyatakan bahwa tiga di antara korban merupakan personel Layanan Darurat 115.
“Petugas yang gugur mencakup para profesional medis dari berbagai departemen, termasuk dokter, perawat, hingga teknisi medis,” ujar Miadfar, seperti dikutip Anadolu Agency, Sabtu, 4 April 2026.
Ia menambahkan bahwa para korban meninggal saat menjalankan tugas di tengah meningkatnya eskalasi militer.
Konflik yang dimulai pada 28 Februari tersebut juga dilaporkan merusak sejumlah fasilitas kesehatan di Iran. Kerusakan infrastruktur medis dinilai semakin memperberat upaya penanganan korban sipil yang terus bertambah akibat serangan udara.
Situasi ini memperdalam krisis kemanusiaan di wilayah tersebut seiring berlanjutnya konflik bersenjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Dalam eskalasi terbaru, Iran dikabarkan berhasil menembak jatuh dua pesawat jet tempur AS. Salah satu pilot berhasil dievakuasi oleh AS, sementara keberadaan satu lainnya belum diketahui.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa jatuhnya jet tempur tersebut tidak akan menghambat jalannya diplomasi AS yang sedang berjalan dengan Iran untuk mengakhiri perang.
Baca juga: Trump Tegaskan Diplomasi dengan Iran Tetap Jalan Meski Jet AS Jatuh



