Lagi, Indonesia Desak Dewan Keamanan PBB Usut Serangan ke UNIFIL

republika.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia kembali meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengusut seluruh insiden terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). Pernyataan ini disampaikan usai beredarnya kabar tentang tiga personel penjaga perdamaian RI terluka akibat ledakan kemarin di Lebanon.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyampaikan "kekhawatiran yang sangat mendalam" atas ledakan yang terjadi pada Jumat (3/4/2026) di El Addaiseh, Lebanon selatan. Peristiwa ini melukai tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di sana sebagai bagian dari UNIFIL.

Baca Juga
  • Krisis Selat Hormuz Jadi Momentum Industri Otomotif Perluas Bisnis Kendaraan Listrik
  • Tokoh Muhammadiyah Dorong Kampus Indonesia Belajar Teknologi Persenjataan ke Iran
  • Calon Jamaah Haji KBB Jalani Manasik Terintegrasi

“Indonesia kembali meminta Dewan Keamanan PBB segera mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL dan agar segera dilakukan pertemuan antara negara kontributor pasukan UNIFIL untuk melakukan review dan mengambil tindakan penguatan pelindungan terhadap pasukan yang bertugas di UNIFIL,” demikian petikan keterangan resmi Kemenlu RI, dilaporkan Antara pada Sabtu (4/4/2026).

Kemenlu menegaskan, terlukanya tiga orang itu merupakan insiden serius ketiga yang melibatkan penjaga perdamaian Indonesia di UNIFIL dalam kurun waktu satu pekan terakhir.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Kemenlu pun menekankan, serangan yang terjadi berulang kali tidak dapat diterima, terlepas dari apa pun penyebabnya. Pihaknya menyoroti pentingnya penguatan segera perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB saat konflik semakin berbahaya.

“Indonesia menekankan kembali bahwa keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar. Setiap tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban,” sebut pernyataan itu.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mayoritas Bank Sentral Tahan Suku Bunga di Tengah Perang Iran-AS
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Penyiraman Air Keras di Bekasi Dipicu Dendam Menahun
• 19 jam lalukompas.id
thumb
PAI Kelas 3 SD: Asmaul Husna Al-Wahhab, Al-Kabir, Al-Alim, dan As-Sami
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Inter Milan Wajib Waspada! Mesin Serang AS Roma Pulih Tepat Waktu dan Siap Menebar Ancaman di Giuseppe Meazza
• 34 menit lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah bantu Kabupaten Penajam tingkatkan layanan kesehatan
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.