jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Belanda resmi mengembalikan tiga benda bersejarah kepada Indonesia. Ketiganya adalah arca Dewa Siwa abad ke-13, batu berprasasti yang dikenal sebagai Prasasti Damalung, serta mushaf Al-Quran milik pahlawan nasional Teuku Umar. Penyerahan dilakukan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan dan Media Belanda, Youssef Louakili, bersama Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung.
1. Arca Siwa
BACA JUGA: Beckham Putra Cetak Sejarah di Timnas Indonesia, Thom Haye Ungkap Hal Menarik
Dalam rilis Komite Penasihat untuk Koleksi Kolonial NL, Pemerintah Belanda, Arca Siwa setinggi 123 cm berasal dari Candi Kidal, dekat Malang, Jawa Timur. Indonesia mengajukan klaim atas benda ini pada September 2023. Dalam proses restitusi disebutkan, “Metadata yang terkait dengan objek harus ditempatkan di bawah penguasaan Republik Indonesia.”
2. Prasasti Damalung
BACA JUGA: Piala Dunia 2026: Dukungan dari Bandung Ikut Warnai Sejarah Timnas Irak
Prasasti Damalung atau disebut juga Prasasti Ngaduman ditemukan di lereng utara Gunung Merbabu, kini masuk wilayah Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Prasasti bertahun 1371 Saka (1449/1450 M) ini terbuat dari batu trakit. Klaim atas prasasti ini juga diajukan Indonesia pada September 2023.
3. Mushaf Al-Quran Teuku Umar
BACA JUGA: Mudik 2026 Catat Sejarah Baru, Angka Fatalitas Kecelakaan Turun 31,19%
Adapun mushaf Al-Quran milik Teuku Umar diklaim Indonesia pada 2022. Al-Quran itu dirampas tentara Belanda saat penyerbuan ke kediaman Teuku Umar di Lampisang pada 23-25 Mei 1896. Hasil penelitian asal-usul atau provenance research menunjukkan, “Dalam serangan itu, rumahnya dijarah dan dihancurkan oleh tentara KNIL, kemudian dibakar.” Sumber-sumber kolonial menyebut setidaknya ada empat mushaf Al-Quran yang dijarah dari rumah tersebut pada Mei 1896.
Latar Belakang Upaya Repatriasi
Upaya repatriasi ini diawali oleh provenance research yang dilakukan bersama antara tim Commissie Koloniale Collecties dari Belanda dengan para pakar Indonesia dari Tim Repatriasi Koleksi Asal Indonesia di Belanda, yakni I Gusti Agung Wesaka Puja sebagai Ketua dan Bonnie Triyana sebagai Sekretaris. Penelitian ini kemudian diteruskan oleh Tim Repatriasi Objek Pemajuan Kebudayaan dan Pengembalian Cagar Budaya yang Berada di Luar Wilayah Republik Indonesia ke dalam Wilayah Republik Indonesia yang dipimpin Ismunandar. Kerja serupa juga telah menghasilkan repatriasi 472 benda bersejarah pada Juli 2023 dan 288 benda lainnya pada September 2024.
Ketiga benda yang baru dikembalikan ini akan disimpan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Penyerahan sore itu turut disaksikan oleh perwakilan kedua negara.
Dengan pengembalian keempat kalinya kepada Indonesia ini, Belanda terus melaksanakan kebijakan restitusi untuk koleksi kolonialnya. Sebelumnya pada September 2025, koleksi Dubois dari Naturalis Biodiversity Center dikembalikan, disusul empat mahakarya pertama termasuk penutup kepala tengkorak pada Desember 2025. Proses pengembalian koleksi lebih lanjut masih terus berjalan. (tan/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Timnas Indonesia vs Bulgaria: John Herdman Mengejar Sejarah, Tercipta Malam Nanti?
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga




