PEMERINTAH Indonesia meminta Dewan Keamanan PBB mengusut serangan di Libanon. Dalam serangan itu, ada tiga anggota TNI penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia terluka, Jumat (3/4) di El Addaiseh.
"Indonesia meminta Dewan Keamanan PBB segera mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL dan agar segera dilakukan pertemuan antara negara kontributor pasukan UNIFIL untuk melakukan review dan mengambil tindakan penguatan pelindungan terhadap pasukan yang bertugas di UNIFIL," ujar Kementerian Luar Negeri atau Kemlu RI dalam pernyataan resminya dikutip Sabtu (4/4).
Indonesia menegaskan serangan yang terjadi berulang dan membahayakan pasukan perdamaian tidak dapat diterima.
Baca juga : Pemerintah Minta Pasukan TNI di Libanon Tingkatkan Kewaspadaan
Oleh karena itu, Indonesia menekankan pentingnya PBB segera melakukan penguatan perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB saat konflik semakin berbahaya.
"Indonesia menekankan kembali bahwa keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar," tegas Indonesia.
Setiap tindakan yang membahayakan mereka, sambung pernyataan itu, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.
Baca juga : UNIFIL Minta Tembok Dibongkar, Libanon Gugat Israel ke PBB
Indonesia mendesak penyelidikan segera untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab.
Insiden itu terjadi di tengah serangan Israel ke Lebanon dan operasi militer Israel yang terus berlanjut dan ada upaya mempertahankan Israel.
Menurut Indonesia, realitas ini berisiko mendestabilisasi situasi dan terus membahayakan personel pasukan perdamaian PBB.
Sebelumnya tiga anggota TNI asal Indonesia yang juga sedang menjalankan misi sebagai pasukan perdamaian UNIFIL gugur di Libanon. Tercatat, ada delapan prajurit TNI yang menjadi korban selama menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB. (Ant/H-4)





