TEHERAN, DISWAY.ID– Ketegangan militer antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat semakin memuncak.
Dalam kurun waktu 2 hingga 4 April 2026, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah menghancurkan dua unit jet tempur dan tiga pesawat nirawak (drone) milik militer Amerika Serikat di kawasan strategis Selat Hormuz.
Pihak IRGC, mengonfirmasi bahwa aset-aset udara AS tersebut dilumpuhkan menggunakan sistem pertahanan udara darat-ke-udara canggih milik Iran, yang sebelumnya disebut Donald Trump telah dilumpuhkan total.
BACA JUGA:Iran Tolak Permintaan Amerika Untuk Gencatan Senjata 48 Jam
Insiden ini menandai eskalasi pertempuran udara paling signifikan di kawasan Teluk dalam beberapa tahun terakhir.
"Pesawat musuh telah dihantam dan hancur total. Operasi pencarian puing-puing dan personel masih berlangsung di wilayah kedaulatan kami," ujar juru IRGC sebagaimana dikutip dari laporan AFP, Sabtu (4/4/2026).
Pihak Teheran merinci jenis pesawat yang berhasil dijatuhkan, yang mencakup tulang punggung kekuatan udara AS:
- 1 unit F-15E Strike Eagle (Estimasi US$90–100 juta)
- 1 unit A-10 Thunderbolt II (Estimasi US$10–20 juta)
- 3 unit drone MQ-9 Reaper (Estimasi US$90–168 juta)
Secara akumulatif, kerugian materiil yang dialami Washington diproyeksikan menembus angka Rp4 triliun.
Angka ini belum termasuk biaya operasional dan dampak strategis dari hilangnya teknologi militer sensitif di wilayah lawan.
BACA JUGA:Kemenhaj dan KJRI Jeddah Ingatkan Modus Haji Ilegal, Ini Sanksinya Jika Tertangkap
Situasi di lapangan dilaporkan sangat mencekam. Dua awak F-15E dikabarkan sempat melontarkan diri sebelum pesawat menghantam daratan.
Televisi pemerintah Iran secara provokatif menyiarkan pengumuman sayembara berhadiah besar bagi siapa saja yang berhasil menangkap awak pesawat tersebut dalam keadaan hidup.
Di Washington, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi bahwa Presiden Donald Trump telah menerima pengarahan singkat terkait insiden tersebut.
Meski Gedung Putih masih menutup rapat kronologi kejadian, sumber militer AS melalui Reuters menyebutkan satu awak pesawat diduga telah berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat.
BACA JUGA:Perkuat Komando Operasi, Pasukan Marinir 1 Resmikan Batalion Zeni Tempur dan Konstruksi di Cilandak
- 1
- 2
- »





