Jokowi Puji Langkah Prabowo Tak Naikkan Harga BBM: Keputusan Berani Meski Berisiko

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Presiden RI ke-7 Joko Widodo alias Jokowi menyebut keputusan pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah konflik yang berkecamuk di Timur Tengah sebagai keputusan yang berani. 

Jokowi menilai tantangan geopolitik saat ini -- perang Amerika-Israel melawan Iran telah menyebabkan ketidakpastian dunia dan menyebabkan semua negara pusing menghadapi situasi ini. Sehingga, hampir semua negara mengalami situasi yang sulit akibat krisis di Timur Tengah.

Baca Juga :
Qatar Tak Mau Diminta AS Jadi Penengah dengan Iran
Jembatan Kebangaan Iran Hancur Dihantam Serangan Udara AS, 13 Orang Tewas

"Kemarin sore saya lihat harga Brent minyak sudah mencapai 108 sampai 112, ini angka yang tidak mudah dari yang sebelumnya 60-70, artinya kenaikannya sudah hampir dua kali lipat kalau diteruskan semua negara enggak ada kuat," kata Jokowi di Acara Halalbihalal & Anniversary ke-1 Youtuber Nusantara dilaksanakan di Hotel Sunan, Kota Solo, Sabtu, 4 April 2026.

Namun, kata Jokowi, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo masih mampu mengendalikan dengan harga BBM di angka yang sama alias tidak ada penyesuaian harga.

"Bayangkan negara lain sudah naik 40 sampai 60 persen kita enggak naik. Pertalite masih 10 ribu bener ya? Pertamax mungkin Rp12.400 sampai Rp12.500, masih harga yang sama," ujar Jokowi

"Ini menurut saya keputusan yang berani, sebuah keputusan yang dihitung dengan kalkulasi detil, yang matang, sehingga keberanian itu menyebabkan beliau memutuskan tidak naik sampai saat ini, meskipun dengan risiko APBN yang kita harapkan masih mampu menahan laju kenaikan harga minyak," imbuhnya 

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah  memutuskan tidak melakukan penyesuaian harga BBM subsidi. Artinya, harga Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) atau solar dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) atau pertalite tetap sama seperti saat ini.

"Pemerintah, atas arahan Bapak Presiden, dan hasil rapat, penyesuaian harga untuk BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik ataupun turun. Artinya flat (tetap), masih memakai harga sekarang," kata Bahlil dalam konferensi pers terkait kebijakan-kebijakan pemerintah dalam menyikapi kondisi geopolitik global, Selasa, 31 Maret 2026.

Bahlil menegaskan  Presiden Prabowo Subianto menempatkan kepentingan rakyat sebagai pertimbangan utama dalam setiap kebijakan, meski di tengah gejolak energi global

Baca Juga :
AS Ajukan Gencatan Senjata 48 Jam, Iran Tak Gubris
Dari Pangkas Pajak BBM hingga WFH, Ini Jurus Dunia Redam Krisis Energi
Harga BBM Naik, Deretan Negara Ini Gratiskan Transportasi Umum demi Ringankan Beban Warga

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Semeru Erupsi 9 Kali Pagi Ini, Tinggi Letusan hingga 1.000 Meter
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Kemenhaj dan KJRI Jeddah Ingatkan Modus Haji Ilegal, Ini Sanksinya Jika Tertangkap
• 5 jam laludisway.id
thumb
KSAD terima laporan prajurit TNI kembali terluka di Lebanon
• 17 menit laluantaranews.com
thumb
Pangdam IX/Udayana: Kepergian Sertu Muhammad Nur Ichwan Kehilangan Besar bagi TNI
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Krisis Mencekam-Ekonomi Lumpuh, Negara Asia Ini Terancam Kolaps
• 52 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.