JAKARTA, DISWAY.ID – Dengan tegas Iran tolak permintaan Amrika untuk gencatan senjata 48 jam pasca ditembak jatuhnya pesawat F-15E Strike Eagle.
Pihak Iran diketahui berhasil kembali menembak jatuh salah satu jet tempur Amerika, kali F-15E Strike Eagle di atas Pulau Qeshm, di Selat Hormuz pada Jumat 3 April.
Dilansir dari Al Jazeera, proposal gencatan senjata ini disampaikan ke oleh Amerika ke Iran pada Rabu 1 Maret lalu melalui negara lain yang bertindak sebagai perantara.
Selain menolak pengajuan gencatan senjata ini, Iran juga menolak 15 syarat perdamaian yang diajukan oleh Amerika.
BACA JUGA:Pesawat F-15E Strike Eagle Ditembak Jatuh Iran, Warga Buru Pilot Amerika dan Tembaki Helikopter Penyelamat
BACA JUGA:IRGC Akui Kembali Tembak Jatuh Pesawat F-35 Stealth, Senjata Murah Iran Pecundangi Teknologi Amerika
Sedangka Donald Trump selaku Presiden Amerika dalam postingannya masih terus sesumbar bahwa pihak Iran-lah yang mengajukan permintaan gencatan senjata.
Bahkan Trump memposting dengan bangganya bahwa pihaknya telah menyerang jembatan terbesar milik Iran.
“Jembatan terbesar di Iran runtuh dan tidak dapat digunakan lagi – Masih banyak lagi yang akan menyusul!, tulis Trump.
“Saatnya Iran membuat persetujuan sebelum terlambat dan tidak ada yang tersisa dari Iran yang masih bisa menjadi negara besar,” ancam Trump.
Seangan terhadap jembatannya ini langsung dijawab dengan tegas oleh Abbas Araghchi selaku Menteri Luar Negeri Iran.
Melalui akun X-nya Araghchi menyampaikan jika apa yang dilakukan oleh Amerika tidaklah berdampak pada Iran, apalagi mamaksa untuk menyerah.
BACA JUGA:Iran Luncurkan Serangan Terbesar ke Israel Setelah Trump Sebut Berhasil Preteli Kekuatan Militer Iran
BACA JUGA:Gudang Minyak Castrol Milik Inggris di Irak Dihantam Drone Pasca Trump Ngamuk Gak Dibantuin Lawan Iran
Bahkan menurutnya, menyerang jembatan merupakan bentuk frustasi dari Amerika dengan moral yang runtuh.
- 1
- 2
- »





