Jakarta, tvOnenews.com - Aprilia akhirnya mencatatkan kebangkitan luar biasa pada MotoGP 2026 setelah bertahun-tahun menjadi penghuni terbawah di antara konstruktor lain.
Ya, sejak kembali ke kelas utama pada 2015 dengan motor RS-GP, performa tim asal Italia itu cenderung tertinggal dibanding rival-rivalnya.
- Reuters
Titik terang mulai terlihat pada 2021 ketika Aleix Espargaro meraih podium pertama bagi tim. Meski begitu, posisi mereka di klasemen konstruktor masih berada di urutan terakhir.
Perubahan signifikan terjadi pada 2022 saat Aprilia meraih kemenangan perdana, kembali lewat Espargaro.
Sejak saat itu, mereka melonjak ke posisi tiga besar dan mampu mempertahankan konsistensi selama dua musim berikutnya.
Performa tim terus meningkat hingga Marco Bezzecchi membawa Aprilia finis di posisi kedua klasemen konstruktor musim lalu.
Namun, pencapaian tersebut masih belum mencerminkan dominasi yang mereka tampilkan di awal musim 2026.
Memasuki musim ini, Aprilia tampil sangat impresif dengan memenangkan empat dari enam balapan, termasuk Sprint.
Bezzecchi bahkan memimpin seluruh lap dalam tiga grand prix yang dimenangkannya.
- Instagram/Aprilia
Rekan setimnya, Jorge Martin, turut berkontribusi dengan kemenangan Sprint serta dua kali finis sebagai runner-up di grand prix terakhir.
Tak hanya itu, pembalap Trackhouse, Raul Fernandez, juga menyumbangkan dua podium di seri pembuka Buriram.
Hasil ini membuat Aprilia selalu memiliki dua wakil di podium utama setiap balapan hari Minggu.
Meskipun peluang mencetak sejarah finis 1-2-3 di MotoGP Amerika Serikat gagal akibat masalah teknis yang dialami Ai Ogura, Aprilia tetap memimpin klasemen pembalap, konstruktor, dan tim saat kembali ke Eropa.
(aes)




