BADAN Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Sebagai bentuk tanggung jawab, BGN memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung penuh dan operasional dapur langsung dihentikan.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan pihaknya mengambil langkah cepat menyusul kejadian tersebut.
Baca juga : BGN Tanggung Biaya Perawatan Korban & Tutup Permanen SPPG Pondok Kelapa
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ujar Nanik, Sabtu (4/4).
BGN juga memutuskan menyuspend SPPG Pondok Kelapa untuk waktu tidak terbatas. Keputusan ini diambil karena fasilitas dapur, termasuk tata letak dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), dinilai belum memenuhi standar keamanan pangan.
Insiden terjadi pada Jumat (3/4), setelah sehari sebelumnya pihak sekolah melaporkan puluhan siswa mengalami gejala seperti sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi makanan dari program MBG.
Baca juga : 1.256 SPPG Indonesia Timur Disetop Mulai 1 April
Menu yang disajikan saat itu meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, dan buah stroberi.
Hingga kini, total 60 orang teridentifikasi terdampak, dengan 36 di antaranya merupakan siswa yang pertama kali dilaporkan mengalami gejala. Seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik.
BGN mengungkap dugaan sementara penyebab kejadian terkait kualitas makanan yang menurun akibat jeda waktu terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi.
“Kondisi makanan yang tidak lagi segar berpotensi memicu gangguan kesehatan,” jelas Nanik.
Ke depan, BGN menegaskan akan memperketat pengawasan dan evaluasi operasional untuk memastikan standar keamanan pangan dalam Program MBG terpenuhi secara konsisten. (RO/Z-10)





