JAKARTA, KOMPAS.com – Bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cakung Timur atau Dapur Tunas Cakung 2, Jakarta Timur dekat tumpukan sampah yang dulunya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Loe yang kini sudah ditutup permanen.
Tercium bau menyengat dan lalat hijau yang beterbangan di atas gundukan limbah rumah tangga.
Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi Sabtu (4/4/2026), SPPG Cakung memiliki struktur atap seng yang tinggi dengan dinding beton dicat paduan warna putih dan biru cerah.
Baca juga: Kondisi 72 Siswa Keracunan MBG di Jaktim Mulai Stabil, Diperkirakan Pulih 1-2 Hari
Sebuah spanduk besar terlihat bertuliskan Badan Gizi Nasional terpampang jelas di bagian depan.
Secara dimensi, area SPPG diperkirakan memiliki luas sekitar 20x15 meter.
Bagian interior gedung tampak dalam tahap pembenahan, dengan tumpukan semen dan kardus logistik yang tertata di lantai keramik cokelat.
Meski bagian dalam sudah mulai dibersihkan dan dicat ulang, akses di luar gedung tetap semrawut.
Kendaraan besar seperti truk kontainer dan sepeda motor harus berbagi ruang sempit di jalan yang sebagian besar tertutup material sisa dan sampah berserakan.
Baca juga: Pramono Sebut 72 Siswa di Jakarta Timur Keracunan Usai Konsumsi MBG, Alami Mual hingga Diare
Situasi lalu lintas di kawasan Cakung Cilincing juga padat dan macet, menambah keruwetan suasana di sekitar Dapur Tunas Cakung 2.
Para pekerja bangunan tampak sibuk melakukan pengecoran lantai dan pembenahan fasilitas di sisi samping gedung untuk mengejar kesiapan operasional.
Anton Hermawan (42), Ketua RT 01 RW 03, Cakung Timur, menegaskan bahwa SPPG Cakung belum beroperasi.
“SPPG baru ini. Saya di peta juga tidak ada nama SPPG ini. Yang ada cuma TPS,” kata Anton saat ditemui Kompas.com di rumahnya.
Anton menambahkan, bangunan di depan masih masuk wilayah TPS lama dan selama ini memang berfungsi sebagai Tempat Pembuangan Sampah awal.
“Kalau di situ, sebenarnya memang masih TPS. Awalnya TPS,” ujarnya.
Anton juga menjelaskan soal kendala tumpukan sampah liar di sekitar lokasi.