Puluhan Siswa Keracunan, BGN Minta Maaf-Setop Dapur Pondok Kelapa 2

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Sejumlah siswa menerima makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sumur Batu 03 Pagi, Kemayoran, Jakarta, Selasa, (4/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 60 siswa di Jakarta Timur dilaporkan mengalami keracunan dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Merespons hal ini, Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf.

BGN juga menghentikan operasional di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur. Bukan cuma itu, BGN memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban.


Hal ini disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, di Jakarta, Sabtu (4/4).

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ucap Nanik, dikutip dalam keterangan resminya.

Pilihan Redaksi
  • Penyaluran MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, Ternyata Efeknya Begini
  • BGN Suspend 1.256 SPPG MBG per 1 April 2026
  • Insentif MBG Rp6 Juta Sehari ke SPPG Bisa Disetop

"Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," ia menegaskan.

Sebagai informasi, insiden ini terjadi pada Jumat (3/4), setelah sebelumnya pada Kamis (2/4) sore, pihak SPPG menerima laporan dari guru terkait sejumlah 36 siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi makanan.

Menu yang disajikan saat itu meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi. Total hingga saat ini di identifikasi sebanyak 60 orang terdampak. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik.

Adapun dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar. Menurutnya, jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan.

BGN memastikan akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Industri Penunjang Belum Siap, PR RI Kembangkan PLTS-Geothermal

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Banjir Rendam 30 Rumah di Donggala Sulteng, Warga Diminta Waspada Susulan
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Foto: Libur Paskah, Warga Padati TMII untuk Wisata dan Edukasi
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Rutan Pelaihari Kalsel Garap 20 Hektare Sawah, Turut Libatkan Warga Binaan
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Weekend, Lalu Lintas Tol Jagorawi Arah Puncak Bogor Normal Dua Arah
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Mitologi Yunani Sudah Prediksi "Kelakuan" AI Sejak Ribuan Tahun Lalu
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.