PANGLIMA TNI Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan prajurit TNI yang kini bertugas dalam misi perdamaian bersama UNIFIL di Libanon tetap berada di dalam bungker. Panglima TNI juga meminta para prajurit tidak beraktivitas di luar markas.
Hal itu disampaikan oleh Panglima di sela-sela panggilan video dengan Komandan Satuan Tugas (Satgas) Yonmek XXIII-S/UNIFIL di Libanon, Jumat (3/4/2026).
“Jaga moral prajurit yang ada di sana, tetap melaksanakan pengamanan intern, masuk ke bunker-bunker dan tidak ada kegiatan yang lagi keluar,” tegas Agus dikutip dari akun Instagram pribadinya, Sabtu (4/4).
Baca juga : Keluarga Prajurit TNI yang Gugur di Libanon akan Terima Santunan Rp 1,8 Miliar dan Penghargaan
Sementara itu, Komandan Satgas mengatakan akan mengikuti perintah Panglima TNI.
Panglima TNI berharap agar semangat prajurit tetap terjaga meskipun situasi konflik di Timur Tengah mengalami ekskalasi.
Tiga anggota TNI yang sedang menjalankan misi perdamaian bersama PBB gugur dalam serangan di Libanon Selatan.
Baca juga : Panglima TNI Lantik 350 Perwira Prajurit Karier TNI
Mereka yakni Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon.
Sementara tiga anggota TNI juga dilaporkan terluka, saat serangan meledak di sekitar fasilitas PBB dekat El Adeisse, Libanon Selatan, Jumat (3/4).
Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyatakan insiden tersebut melukai tiga penjaga perdamaian, dengan dua di antaranya mengalami luka serius.
“Sebuah ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian. Dua di antaranya mengalami luka serius,” ujarnya dalam keterangan resmi yang disampaikan melalui United Nations Information Centre Indonesia. Ketiga personel asal Indonesia itu telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. (H-4)





