Pantau - Konflik di Timur Tengah menyebabkan perubahan signifikan pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz sepanjang Maret 2026 dengan total 220 kapal tercatat melintas menurut data MarineTraffic dan Kpler yang dipublikasikan pada Jumat, 3 April.
Komposisi dan Arah Lalu Lintas KapalKapal tanker pengangkut cairan mendominasi penyeberangan dengan 111 kapal atau 51 persen dari total lalu lintas.
Kapal kargo curah kering tercatat sebanyak 82 penyeberangan atau 37 persen.
Kapal pengangkut LPG mencapai 27 penyeberangan atau 12 persen.
Tidak ada satu pun kapal LNG yang tercatat melintasi selat tersebut selama periode itu.
Pergerakan kapal didominasi arah barat ke timur dari kawasan Teluk dengan 149 penyeberangan atau 68 persen.
Sebaliknya, arus dari timur ke barat menuju Teluk hanya mencapai 71 penyeberangan atau 32 persen.
Ketimpangan ini mencerminkan arus lalu lintas yang tidak merata di salah satu jalur maritim paling strategis di dunia.
Dampak Konflik dan Pengawasan IranData tersebut muncul di tengah meningkatnya pengawasan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz sejak konflik yang melibatkan Iran dimulai pada 28 Februari 2026.
Aktivitas kapal masih jauh di bawah tingkat normal dibandingkan kondisi sebelum konflik terjadi.
Iran dilaporkan mempertahankan kendali efektif atas Selat Hormuz dan hanya mengizinkan kapal dari negara yang dianggap sahabat untuk melintas.
Perwakilan data pelayaran menyatakan, "lalu lintas kapal mulai menunjukkan pemulihan bertahap meskipun belum kembali ke level normal," ungkapnya.
Laporan terbaru menunjukkan adanya peningkatan perlahan dalam jumlah penyeberangan meskipun volume keseluruhan masih rendah.




