JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan nasional.
Kebijakan ini dipastikan layanan pendidikan tetap optimal, sekaligus meningkatkan efisiensi dan menyesuaian diri di tengah perubahan zaman.
BACA JUGA:Dakor Gold Land Siap Tayang 29 April: Intip Sinopsis, Daftar Pemain, dan Jadwal Tayangnya
"Kami membangun Transformasi tersebut dibangun di atas tiga pilar utama. Pertama, pemerataan akses dan keadilan layanan," ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti
Perubahan cara kerja tidak mengurangi kualitas layanan, justru memperluas akses melalui berbagai kanal yang mudah dijangkau masyarakat.
Program pendidikan tetap berjalan tanpa henti dengan dukungan layanan tatap muka maupun digital.
Kedua, relevansi terhadap masa depan. Digitalisasi layanan dan penguatan budaya kerja adaptif menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang inovatif dan tangguh menghadapi tantangan global.
BACA JUGA:Manulife Wealth & Asset Management Menyelesaikan Akuisisi Schroders Indonesia
Ketiga, partisipasi semesta. Pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi antara Aparatur Sipil Negara (ASN), satuan pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan transformasi ini.
Dalam implementasinya, Kemendikdasmen menerapkan sejumlah langkah strategis, seperti Work From Home (WFH) bagi ASN setiap Jumat, efisiensi penggunaan kendaraan dinas, pengurangan perjalanan dinas, hingga penguatan program hemat energi melalui optimalisasi transportasi publik dan Car Free Day (CFD).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa transformasi ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan tanpa mengurangi kedekatan dengan masyarakat.
BACA JUGA:Kemenhaj dan KJRI Jeddah Ingatkan Modus Haji Ilegal, Ini Sanksinya Jika Tertangkap
“WFH bukan berarti libur. ASN tetap bekerja penuh tanggung jawab, hanya dari lokasi berbeda, sementara layanan publik tetap berjalan optimal,” ujar Abdul Mu'ti, di Jakarta, Jumat, 3 April 2026.
Kami juga memastikan Unit Layanan Terpadu (ULT) tetap beroperasi secara responsif melalui berbagai kanal, termasuk tatap muka, WhatsApp, telepon, dan posel. Di sisi lain, guru tetap menjalankan tugas mengajar seperti biasa.
Disamping itu, kita juga menjalankan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), Kemendikdasmen mengajak seluruh elemen masyarakat membangun kebiasaan hemat energi, mulai dari penggunaan transportasi publik hingga pengelolaan lingkungan sekolah yang berkelanjutan.
- 1
- 2
- »





