Jakarta (ANTARA) - Satu orang meninggal dunia dan puluhan orang lainnya harus dilarikan ke rumah sakit, setelah terjadinya sebuah insiden pada acara fans di markas klub Alianza Lima, Peru, Jumat, dikutip dari The Guardian.
Menteri Kesehatan Peru, Juan Carlos Velasco, mengonfirmasi kepada saluran berita Canal N pada Jumat (3/4) bahwa seorang pria berusia 39 tahun meninggal dunia dalam insiden tersebut. Dalam rilis pers pemerintah, Velasco kemudian menyebutkan bahwa 47 orang lainnya juga harus dirawat di rumah sakit.
“Kami sangat menyesalkan apa yang terjadi dan menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga korban meninggal, serta solidaritas kami kepada mereka yang terluka,” demikian pernyataan Alianza Lima, dikutip dari laman resminya, Sabtu.
“Protokol keamanan dan tanggap darurat segera diaktifkan setelah insiden terjadi, dan kami bekerja sama secara penuh dan transparan dengan pihak berwenang untuk mengungkap fakta yang sedang diselidiki.
“Perlu dicatat bahwa, berdasarkan informasi awal yang tersedia, insiden ini tidak terkait dengan runtuhnya dinding atau kegagalan struktur kompleks olahraga,” lanjutnya.
????Comunicado oficial. pic.twitter.com/PytWZAwqhn
— Club Alianza Lima (@ClubALoficial) April 4, 2026 Pihak klub mengatakan insiden itu terjadi saat berlangsungnya banderazo, atau kegiatan berkumpulnya para penggemar, biasanya menjelang pertandingan besar, untuk memberikan dukungan mereka kepada klub. Insiden itu terjadi di Stadion Alejandro Villanueva, sehari sebelum pertandingan derby melawan rival sekota, Universitario de Deportes.
Salah seorang saksi bernama Marco Pajuelo, yang merupakan petugas pemadam kebakaran, mengatakan kepada Canal N bahwa tidak benar ada dinding stadion yang runtuh.
Canal N kemudian menayangkan rekaman kejadian yang memperlihatkan ratusan suporter memasuki stadion sambil mengibarkan bendera dan menyalakan kembang api.
Dalam pernyataannya, pemerintah kota La Victoria, distrik tempat Stadion Alejandro Villanueva berada, menyebut tidak mengetahui adanya acara yang direncanakan dan tidak memberikan izin untuk kegiatan tersebut.
Liga sepak bola Peru menyatakan bahwa pertandingan derbi tersebut, bersama seluruh pertandingan lain di divisi teratas, tetap akan berlangsung sesuai jadwal akhir pekan ini.
“Kami akan terus bekerja sama dengan klub dan pihak berwenang untuk menciptakan lingkungan yang aman baik di dalam maupun di luar stadion,” ujar pihak liga.
Sampai saat ini belum diketahui dengan jelas penyebab insiden itu.
Menteri Kesehatan Peru, Juan Carlos Velasco, mengonfirmasi kepada saluran berita Canal N pada Jumat (3/4) bahwa seorang pria berusia 39 tahun meninggal dunia dalam insiden tersebut. Dalam rilis pers pemerintah, Velasco kemudian menyebutkan bahwa 47 orang lainnya juga harus dirawat di rumah sakit.
“Kami sangat menyesalkan apa yang terjadi dan menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga korban meninggal, serta solidaritas kami kepada mereka yang terluka,” demikian pernyataan Alianza Lima, dikutip dari laman resminya, Sabtu.
“Protokol keamanan dan tanggap darurat segera diaktifkan setelah insiden terjadi, dan kami bekerja sama secara penuh dan transparan dengan pihak berwenang untuk mengungkap fakta yang sedang diselidiki.
“Perlu dicatat bahwa, berdasarkan informasi awal yang tersedia, insiden ini tidak terkait dengan runtuhnya dinding atau kegagalan struktur kompleks olahraga,” lanjutnya.
????Comunicado oficial. pic.twitter.com/PytWZAwqhn
— Club Alianza Lima (@ClubALoficial) April 4, 2026 Pihak klub mengatakan insiden itu terjadi saat berlangsungnya banderazo, atau kegiatan berkumpulnya para penggemar, biasanya menjelang pertandingan besar, untuk memberikan dukungan mereka kepada klub. Insiden itu terjadi di Stadion Alejandro Villanueva, sehari sebelum pertandingan derby melawan rival sekota, Universitario de Deportes.
Salah seorang saksi bernama Marco Pajuelo, yang merupakan petugas pemadam kebakaran, mengatakan kepada Canal N bahwa tidak benar ada dinding stadion yang runtuh.
Canal N kemudian menayangkan rekaman kejadian yang memperlihatkan ratusan suporter memasuki stadion sambil mengibarkan bendera dan menyalakan kembang api.
Dalam pernyataannya, pemerintah kota La Victoria, distrik tempat Stadion Alejandro Villanueva berada, menyebut tidak mengetahui adanya acara yang direncanakan dan tidak memberikan izin untuk kegiatan tersebut.
Liga sepak bola Peru menyatakan bahwa pertandingan derbi tersebut, bersama seluruh pertandingan lain di divisi teratas, tetap akan berlangsung sesuai jadwal akhir pekan ini.
“Kami akan terus bekerja sama dengan klub dan pihak berwenang untuk menciptakan lingkungan yang aman baik di dalam maupun di luar stadion,” ujar pihak liga.
Sampai saat ini belum diketahui dengan jelas penyebab insiden itu.





