Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan pembaruan tata pamer Museum Cipari di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sebagai langkah konkret mendorong transformasi besar permuseuman di Indonesia.
Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas museum agar lebih relevan dan menarik bagi masyarakat luas.
Fadli Zon menegaskan bahwa perhatian terhadap sektor permuseuman saat ini menjadi kebutuhan mendesak di Indonesia.
Ia mengungkapkan, "Ke depan harus semakin banyak ekskavasi, temuan baru, serta kerja sama dengan peneliti dan arkeolog untuk membuka wawasan tentang perjalanan peradaban masa lalu."
Transformasi Museum Jadi Ruang InteraktifKementerian Kebudayaan mendorong perubahan paradigma museum dari sekadar tempat penyimpanan koleksi menjadi pusat pengalaman yang interaktif.
Museum diharapkan menjadi ruang hidup yang berfungsi sebagai pusat dialog, tempat belajar, dan ruang imajinasi bagi masa depan bangsa.
Melalui pendekatan baru ini, pengunjung tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga dapat merasakan, memahami, dan terhubung secara emosional dengan sejarah.
Teknologi digital dipandang sebagai jembatan strategis untuk menghadirkan narasi masa lalu agar lebih relevan dan kontekstual bagi generasi muda.
Museum Cipari Jadi Contoh NasionalMuseum Cipari dinilai memiliki peran penting dalam sejarah nasional karena menyimpan jejak prasejarah yang memberi perspektif panjang tentang jati diri bangsa.
Revitalisasi tata pamer museum ini diharapkan menjadi contoh bagi sekitar 454 museum lain di Indonesia, baik yang dikelola pemerintah pusat, daerah, maupun swasta.
Kementerian Kebudayaan juga berkomitmen membangun ekosistem permuseuman yang terhubung dengan sekolah, komunitas, dan industri kreatif.
Peran kurator dan edukator diperkuat sebagai pencerita agar museum lebih menarik dan relevan bagi masyarakat.
Museum diharapkan menjadi garda terdepan dalam merawat objek pemajuan kebudayaan sekaligus menjadi etalase Indonesia sebagai negara dengan kekuatan budaya yang besar.




