Curhat Thoriq Alkatiri Wasit Berlisensi FIFA Nimbrung di Kolom Komentar Dedi Mulyadi, Resah Banyak Calo Pajak Kendaraan

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bandung, tvOnenews.com - Wasit Indonesia berlisensi FIFA, Thoriq Alkatiri mencuri perhatian publik. Ia terpantau ikut memenuhi kolom komentar di media sosial Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi.

Dalam momen itu, Thoriq Alkatiri menyoroti video konten diunggah Dedi Mulyadi. KDM sapaan akrabnya, menyikapi keluhan warga akibat dipersulit membayar pajak kendaraan bermotor (PKB).

Sontak, Thoriq Alkatiri ikut menumpahkan keresahannya. Ia mengaku dirinya juga masih kesulitan membayar PKB akibat banyak calo di Subang.

"Saya juga bayar pajak di Subang, Pak. Ampun dah banyak banget calo," tulis Thoriq Alkatiri dilansir dari Instagram Dedi Mulyadi, Sabtu (4/4/2026).

Thoriq Alkatiri Curhat Ogah Bayar Pajak Kendaraan

Lebih lanjut, wasit berlisensi FIFA itu menuturkan terkait gencarnya pemutihan BBN (Bea Balik Nama). Program ini digencarkan pemerintah daerah untuk membebaskan denda.

Setidaknya pemerintah juga memberikan diskon pokok biaya balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dan pajak (PKB) bagi pemilik yang terlambat.

Dalam hal ini, kehadiran program pemutihan BBN, pemerintah mempermudah agar pembayar hanya menyelesaikan kewajiban pokok pajaknya.

Thoriq tentu sangat antusias mendengar hal itu. Ia selaku warga Jabar berharap ada keringanan saat membayar pajak kendaraan di Subang.

Alih-alih keinginannya terwujud, Thoriq Alkatiri justru dipersulit saat membayar pajak di tengah program pemutihan BBN.

"Harusnya Rp2 juta, padahal BBN pemutih, pajaknya telat deh," terangnya.

Sambil berkelakar, Thoriq Alkatiri mengaku dirinya belum membayar pajak kendaraan. Hal ini sebagai ungkapan kekesalannya akibat banyak calo.

"Ah mending sampai sekarang nggak dibayar," kelakarnya.

Dedi Mulyadi Soroti Warga yang Dipersulit Bayar Pajak Kendaraan

Sementara, dalam video itu, Dedi Mulyadi mengunggah curhatan dari akun TikTok Deni Priaone. Warga Jabar itu kesal dirinya dipersulit membayar pajak kendaraan di sebuah kantor Samsat di Jabar.

Deni geram dirinya diminta menembak Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sedangkan, biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp700 ribu.

Bagi Deni, permintaan itu tidak masuk akal. Ia pun mengadu kepada KDM agar kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AC Tak Boleh Dingin! Malaysia Minta Gedung-gedung Kantor Setel 24 Derajat Imbas Krisis Energi
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Teken Perpres Pembentukan Ditjen Pesantren, Kemenag Matangkan Struktur Organisasi
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
[FULL] Pakar & Peneliti Soroti Tembakan Iran ke Jet Tempur AS Hingga Sayembara untuk Temukan Pilot
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Sudah Baikan dengan Inara Rusli, Virgoun Bantah Ingin Rebut Hak Asuh Anank
• 17 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Penjambret Kalung Emas di Kenjeran Terjebak Macet saat Kabur, Berujung Diamuk Massa
• 12 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.