JAKARTA, KOMPAS.com - Tumpukan sampah di depan bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cakung Timur atau Dapur Tunas Cakung 2, Jakarta Timur, bukan berasal dari warga sekitar.
Ketua RT 01 RW 03 Cakung Timur, Anton Hermawan (42), mengatakan sebagian besar sampah yang menumpuk di sisi jalan depan bangunan SPPG itu dari warga luar.
Menurut Anton, pembuangan sampah dilakukan menggunakan mobil hingga gerobak sampah, lalu limbah dibuang secara sembarangan ke titik tersebut karena dianggap lokasi kosong yang bisa dijadikan tempat pembuangan.
“Yang gerobak itu memang dia nyimpannya di situ, sampingnya. Gara-gara sampah-sampah ilegal ini orang-orang luar dari wilayah lain pakai mobil, ngebuangnya sekali lempar,” kata Anton saat ditemui Kompas.com di rumahnya dekat lokasi SPPG Cakung Timur, Sabtu (4/4/2026).
Baca juga: Bangunan SPPG Cakung Timur Dekat Tumpukan Sampah, Bau Menyegat hingga Lalat
Anton menyebut, beberapa pelaku bahkan datang pada jam-jam tertentu untuk membuang sampah dalam jumlah besar.
Ia menilai pola pembuangan tersebut bukan seperti warga yang membuang sampah rumah tangga sedikit demi sedikit, melainkan sudah seperti praktik pembuangan massal.
“Ini bukan buangan warga sini doang. Kalau warga paling sedikit-sedikit. Ini mobil datang, buangnya sekali lempar, udah langsung numpuk,” ujar dia.
Anton menambahkan, lokasi tersebut lama-kelamaan seperti dijadikan tempat pembuangan akhir (TPA) dadakan, padahal lahan itu merupakan aset RW.
“Malah dijadiin kayak TPA keseluruhannya, padahal ini milik RW,” lanjut Anton.
Baca juga: Sampah Menggunung Setinggi 2 Meter di Depan Bangunan SPPG Cakung Timur
Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan sampah terlihat didominasi plastik, limbah rumah tangga, dan kantong besar berisi sampah campuran.
Sampah menumpuk meluber hingga bahu jalan, membuat akses kendaraan yang melintas menjadi sempit.
Anton menduga, pembuang sampah sengaja memilih lokasi itu karena berada di pinggir jalan dan relatif sepi pengawasan, sehingga mudah untuk membuang sampah tanpa izin.
Ia juga mengatakan, persoalan sampah di depan SPPG itu makin parah karena proses pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mengalami kendala.
“Terus kendalanya operasionalnya, bayangin dari buangan luar, bukan warga saja. Sampah ini belum diangkut petugas karena kendala di TPS Bantar Gebang,” kata Anton.
Meski demikian, Anton menegaskan bahwa masalah utama tetap berasal dari perilaku pembuangan liar warga luar wilayah yang menjadikan lokasi tersebut sebagai titik pembuangan ilegal.
Baca juga: SPPG Cakung Timur Dekat Tumpukan Sampah Belum Resmi Beroperasi





