LUAPAN Kali Pesanggrahan menyebabkan ruas Jalan Ciledug Raya, Cipulir, Jakarta Selatan, terendam banjir setinggi 40 hingga 50 sentimeter pada Sabtu (4/4) malam. Kondisi ini mengakibatkan kemacetan panjang serta membuat sejumlah kendaraan mogok akibat nekat menerobos genangan.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Selatan sejak petang menjadi pemicu meluapnya air kali ke saluran drainase. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan Cipulir tersendat karena ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa.
Di lokasi, sejumlah petugas PPSU tampak bersiaga untuk mengatur lalu lintas dan membantu pengendara yang terdampak. Meski air cukup tinggi, banyak pengendara motor dan mobil yang memilih nekat menerobos demi mencapai tujuan lebih cepat.
Baca juga : Bali masih Diguyur Hujan, Banyak Warga Mulai Dievakuasi
Pilihan tersebut rupanya berbuah pahit bagi sebagian pengendara. Banyak kendaraan yang akhirnya mati mesin atau mogok karena kemasukan air. Para pemilik kendaraan terpaksa mendorong motor mereka di tengah genangan untuk mencari tempat yang lebih kering.
Menurut penuturan warga di lokasi, banjir ini merupakan imbas dari drainase yang tidak berfungsi optimal saat debit air Kali Pesanggrahan meningkat.
Selain menyebabkan kendaraan mogok, banjir ini juga memaksa sebagian pengguna jalan untuk menepi. Mereka memilih menunggu air surut selama beberapa jam demi menghindari kerusakan mesin yang lebih parah. Warga sekitar menyebut bahwa titik ini memang menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras melanda.
Baca juga : Akses Stasiun Halim Terhambat Banjir Cawang, Ini Jalur Alternatifnya
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata, mulai dari perbaikan sistem drainase hingga normalisasi sungai, agar aktivitas warga tidak terus terganggu setiap kali musim hujan tiba.
Hingga menjelang tengah malam, arus lalu lintas di Jalan Ciledug Raya mulai berangsur normal seiring dengan surutnya genangan. Namun, petugas di lapangan tetap mengimbau warga untuk waspada mengingat potensi hujan susulan masih cukup tinggi.
(MetroTV/P-4)





