REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Pramono Anung berharap, sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta dan Muhammadiyah terus diperkuat sehingga menjadi kemitraan yang kokoh dan berkelanjutan. Menurut dia, hal itu dapat mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing.
Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan, kini banyak pembangunan yang tidak hanya mengandalkan dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Sebab, partisipasi masyarakat maupun pihak swasta dapat mendukung jalannya pembangunan yang membawa maslahat bagi semua.
Baca Juga
Larang Ada Kursi Haji Kosong, Menhaj Tegaskan KBIHU Jangan Cawe-Cawe
Mengapa Selat Hormuz Begitu Vital dan Berdampak Langsung
Bak Mukjizat, Ayah dan Anak Kandung Bertemu Usai 18 Tahun Hilang Kontak
"Misalnya, pembangunan taman, halte, dan ruang publik yang kini lebih tertata dan hijau. Ini merupakan hasil dari membangun kepercayaan bersama,” ujar Gubernur Pramono saat menghadiri acara Halalbihalal Idul Fitri 1447 H di Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, pada Sabtu (4/4/2026).
Ia pun mengapresiasi peran Muhammadiyah yang mendukung berbagai program Pemprov DKI Jakarta dalam menyejahterakan masyarakat. Di antara bentuk sinergi antarkedua belah pihak ini membuahkan manfaat terkait masalah pendidikan warga.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Saya mendapat dukungan, khususnya dari Bapak Ahmad Abubakar selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, dalam berbagai program, termasuk pemutihan ijazah bagi lebih dari enam ribu warga Jakarta. Program ini tidak akan berjalan tanpa dukungan beliau dan jaringan yang dimiliki,” katanya menjelaskan.
Pramono mengatakan Muhammadiyah sejak lama menjalankan peran penting sebagai salah satu pilar kekuatan umat dan bangsa. Persyarikatan juga membudayakan banyak hal positif, seperti merintis tradisi halalbihalal yang kini biasa dijumpai dalam suasana Idul Fitri.