Kasus Berulang, BGN Minta Maaf Usai Keracunan Massal MBG di Jaktim

eranasional.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Kasus keracunan yang diduga berasal dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Insiden yang menimpa puluhan siswa di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, ini memperkuat sorotan publik terhadap lemahnya pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjamin keamanan pangan.

Pada Jumat, 3 April dilaporkan sedikitnya 72 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan seperti mual, diare, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Peristiwa ini bukan kali pertama sebelumnya disejumlah daerah banyak terjadi, sehingga memunculkan pertanyaan serius terkait standar operasional dan pengendalian mutu yang diterapkan BGN.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia menyebut BGN akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Namun, permintaan maaf dinilai tidak cukup menjawab akar persoalan. BGN juga memutuskan menghentikan sementara operasional dapur SPPG Pondok Kelapa 2 di Duren Sawit karena dinilai belum memenuhi standar, termasuk dari sisi tata letak dan instalasi pengolahan limbah.

Dugaan sementara menyebut makanan yang dikonsumsi siswa tidak dalam kondisi segar, akibat jeda waktu distribusi yang terlalu lama setelah proses memasak.

Menu yang disajikan saat kejadian meliputi spaghetti bolognese, bola daging, scramble egg tofu, sayuran, serta buah stroberi. Namun hingga kini, penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium.

Para siswa terdampak berasal dari empat sekolah, yakni SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, dan RS Harum.

Diwaktu yang sama, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut meninjau langsung kondisi korban. Ia menegaskan bahwa penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Memang diduga dari makanan spagetinya, tapi saya tidak mau berandai-andai. Nanti biar laboratorium yang menyampaikan secara terbuka,” ujarnya.

Berulangnya kasus keracunan dalam program MBG menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat. Program yang seharusnya meningkatkan gizi siswa justru berpotensi menjadi ancaman kesehatan jika tidak dikelola dengan standar ketat.

Evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi, pengolahan, hingga pengawasan makanan dinilai mendesak dilakukan. Tanpa pembenahan fundamental, insiden serupa dikhawatirkan akan terus berulang dengan korban yang lebih luas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sempat Picu Peringatan Tsunami, Gempa M7,6 Sulawesi Utara Tewaskan Satu Orang
• 20 jam lalurealita.co
thumb
Warga Cibeber Meninggal Dunia Tertimpa Pohon Tumbang, Sekda Cianjur Bertakziah ke Rumah Duka
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pertamina tambah pasokan LPG subsidi di Madiun untuk libur Paskah
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Harga Emas Antam (ANTM) Akhir Pekan Stabil di Rp2.857.000 per Gram
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemendikdasmen Dukung Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi
• 14 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.