Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan dukungan terhadap transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan nasional sekaligus menjaga layanan pendidikan tetap berjalan optimal dan bermutu.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan transformasi ini mendorong birokrasi bekerja lebih efisien dan adaptif tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.
“Work From Home bukan berarti libur. ASN tetap bekerja penuh tanggung jawab dari lokasi yang berbeda, sementara layanan kepada masyarakat tetap berjalan dan mudah diakses,”ujar Mu’ti dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 April 2026.
Transformasi budaya kerja ini dibangun di atas tiga pilar utama. Pilar pertama adalah pemerataan akses dan keadilan layanan, di mana perubahan pola kerja tidak mengurangi layanan publik, tetapi memastikan layanan tetap dapat diakses oleh seluruh masyarakat melalui berbagai kanal layanan.
Pilar kedua adalah relevansi dan kesiapan masa depan. Digitalisasi layanan serta penguatan budaya kerja adaptif dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pendidikan yang tangguh dan inovatif.
Sementara pilar ketiga adalah partisipasi semesta, di mana perubahan hanya dapat berjalan efektif jika melibatkan semua pihak. Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan menjadi teladan dalam penerapan budaya kerja baru, satuan pendidikan didorong membangun kebiasaan hemat energi, dan masyarakat turut berperan aktif dalam gerakan ini.
Dalam implementasinya, kebijakan ini mencakup penerapan Work From Home (WFH) bagi ASN selama satu hari kerja setiap minggu, yaitu setiap Jumat, efisiensi penggunaan kendaraan dinas, pengurangan perjalanan dinas, serta penguatan program hemat energi, termasuk penggunaan transportasi publik dan perluasan Car Free Day.
Mu’ti menegaskan bahwa layanan publik di sektor pendidikan tetap berjalan, termasuk melalui Unit Layanan Terpadu (ULT) yang melayani masyarakat melalui berbagai kanal seperti layanan tatap muka, posel, WhatsApp, dan telepon. Ia juga menegaskan bahwa guru tetap melaksanakan tugas mengajar seperti biasa ketika siswa masuk sekolah.
Selain transformasi budaya kerja, Kemendikdasmen juga mendorong pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari gerakan hemat energi dan kepedulian lingkungan.
Melalui gerakan ini, sekolah didorong untuk membangun kebiasaan positif seperti menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, penghijauan, serta penggunaan energi secara efisien.
Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat dinilai tidak hanya mendukung proses belajar, tetapi juga membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan.
Mu’ti juga mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari, seperti menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau berjalan kaki, termasuk saat berangkat dan pulang sekolah.
“Kami percaya, dengan semangat gotong royong, ASN, satuan pendidikan, dan masyarakat bisa bergerak bersama. Inilah transformasi menuju masa depan, di mana kita tetap produktif, layanan tetap hadir, dan pendidikan bermutu dapat dirasakan oleh semua,”tuturnya.
Editor: Redaksi TVRINews




