Penulis: Octavian Dwi
TVRINews, Demak
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meninjau korban bencana banjir yang mengungsi di Kantor Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak pada Sabtu, 4 April 2026.
Luthfi berdialog dengan warga dan secara simbolis menyerahkan bantuan kepada pengungsi. Total bantuan yang diberikan berjumlah Rp236.985.411, yang berasal dari BPBD Jateng, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, dan PMI Jateng.
Dalam tinjauan itu, para warga terdampak banjir tampak menempati ruang utama gedung, sebagian beristirahat di atas alas darurat, sebagian lain duduk di teras sambil menunggu kondisi di rumah mereka membaik.
Setelahnya, Luthfi menggelar rapat terbatas untuk mengatasi persoalan banjir. Rapat juga diikuti oleh Bupati Demak Eisti’anah dan jajaran terkait.
Ia menegaskan, penanganan banjir Demak tidak bisa dilakukan parsial. Namun perlu ditangani secara komprehensif.
“Kita mengatasi banjir ini tidak bisa parsial. Dari hulu sampai hilir itu harus dituntaskan,” kata Luthfi dalam keterangan yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 4 April 2026.
Gubernur Jateng juga menekankan bahwa kebutuhan dan layanan dasar warga terdampak harus tetap dipenuhi.
“Prinsipnya layanan dasar kepada masyarakat terdampak harus terpenuhi, mulai sekolah, kesehatan, bahan pokok, makanan, dan lain sebagainya tidak boleh ketinggalan,” ujarnya.
Salah seorang warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Musri’ah menceritakan detik-detik terjadinya banjir.
“Kejadiannya sekitar pukul 10.00 WIB, saya di rumah. Tiba-tiba airnya mengalir deras sekali dari tanggul, lama-lama jebol,” bebernya.
Ia lanjut menuturkan bahwa jelang sore hari, air terus naik hingga warga dievakuasi dengan perahu.
“Setelah ashar kami dijemput perahu, waktu itu airnya udah setinggi dada,” ujarnya.
Sebagai informasi, banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada Jumat, 3 April 2026 itu berdampak pada delapan desa di empat kecamatan, dengan jumlah pengungsi tercatat 2.839 jiwa. Titik terdampak tersebar di Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.
Editor: Redaktur TVRINews





