Prajurit TNI Masuk Bunker di Lebanon Sesuai SOP, KSAD: Keluarga Jangan Risau, Doakan Saja

disway.id
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut bahwa prajurit TNI yang ditugaskan menjadi pasukan perdamaian dunia (UNIFIL) PBB, merupakan personel pilihan terbaik.

Berdasarkan sejarah, pasukan United Nations Interim in Lebanon (UNIFIL) dibentuk pertama kali pada 19 Maret 1978. Kemudian tiba di sana pada 23 Maret 1978.

Pembentukan pasukan ini merujuk pada Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 425 dan 426. Kala itu PBB mengonfirmasi penarikan angkatan militer Israel dari Lebanon selatan.

BACA JUGA:Demi Keamanan, Panglima Perintahkan Prajurit TNI di Lebanon Masuk Bunker

Resolusi itu juga memastikan perdamaian dan keamanan internasional di kawasan tersebut. Nah, Indonesia sendiri aktif mengirimkan pasukan TNI yang disebut sebagai Kontingen Garuda (Konga) hingga saat ini.

Pasukan perdamaian dunia ini sudah terlatih dengan sangat baik untuk menghadapi berbagai situasi konflik, termasuk konflik yang saat ini kembali memanas di perbatasan.

Jenderal Maruli memastikan prajurit TNI yang ditugaskan merupakan prajurit dengan atribut terbaik untuk menjaga stabilitas perdamaian di Lebanon.

Menurutnya pihak keluarga yang saat ini ditinggal bertugas mulia ini tidak perlu mengkhawatirkannya. Ia menyarankan agar keluarga selalu mendoakan.

BACA JUGA:RI Kehilangan 3 Prajurit TNI, Menlu Desak PBB Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia

"Tidak usah risau sebetulnya, mereka juga sebetulnya yang tahu apa yang harus dilakukan. Tapi apa pun juga semua pasti ada risikonya di tengah-tengah kejadian tersebut. Yang penting doakan saja semua bisa berjalan dengan baik," ujar Maruli, Minggu, 5 April 2026.

Ada Bunker, Tempat Pelarian atau Perlindungan?

Maruli menjelaskan bahwa Panglima TNI telah menetapkan instruksi masuk bunker sebagai SOP yang harus dipatuhi.

Bunker ini tidak bisa dinilai sebagai tempat pelarian. Maruli menyebut dalam kondisi tertentu bunker akan dibutuhkan sebagai tempat pertahanan dan perlindungan.

Tempat ini bukan hal baru di medan konflik. Sejak dahulu bunker digunakan untuk operasi penting.

“Sebetulnya itu sudah SOP-nya dalam penugasan. Dalam kondisi tertentu mereka ada instruksi untuk masuk ke bunker dan lain sebagainya,” jelasnya.

BACA JUGA:UNIFIL Beri Penghormatan Terakhir untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Segera Memulai Program Anak Ketiga
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Jadwal Resmi TKA SMP 2026 Lengkap Tata Tertib, Jumlah Soal dan Waktu Pengerjaan, Siswa Wajib Tahu!
• 7 jam laludisway.id
thumb
Pemerintah Percepat Pembangunan PSEL di Makassar Raya
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Pengusaha mandiri dongkrak popularitas motor China ke panggung dunia
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Misteri Tewasnya 4 Pekerja Proyek di TB Simatupang Saat Kuras Air
• 13 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.