Penulis: Tio Furqan Pratama
TVRINews, Limapuluh Kota
Seorang pemuda asal Provinsi Riau, RSB (23), ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang terseret arus di Air Terjun Lubuk Tagaru Sarosah Tinggi, Jorong Banjaranah, Nagari Pangkalan, pada Jumat, 3 April 2026.
Kapolsek Pangkalan, AKP Hendra, mengatakan bahwa korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 17.45 WIB setelah dilakukan upaya pencarian intensif di medan yang cukup ekstrem.
Peristiwa nahas tersebut bermula saat korban bersama tiga rekannya mengunjungi lokasi air terjun pada pukul 14.00 WIB. Saat sedang berenang, korban diduga terpeleset hingga jatuh ke tingkatan air terjun bagian bawah.
"Korban sempat meminta pertolongan, namun kemudian hilang ditelan arus dan tidak muncul kembali ke permukaan," ujar AKP Hendra.
Merespons laporan masyarakat, personel Polsek Pangkalan segera dikerahkan menuju lokasi yang hanya bisa diakses dengan berjalan kaki. Petugas harus menempuh jarak sekitar dua kilometer melalui jalan setapak yang terjal untuk mencapai titik koordinat jatuhnya korban.
Pencarian dilakukan dengan melibatkan unsur perangkat nagari dan warga setempat. Setelah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, jenazah dievakuasi menggunakan tandu manual melewati jalur berat menuju pemukiman warga sebelum akhirnya dibawa ke Puskesmas Pangkalan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di Puskesmas Pangkalan, tim dokter menemukan beberapa luka pada tubuh korban, di antaranya luka robek pada bagian dagu dan luka memar di bagian dada.
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga korban di Desa Lubuk Jering, Riau. Keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan autopsi.
"Pihak keluarga bersedia menandatangani surat pernyataan tidak menuntut secara hukum kepada pihak manapun," tambah AKP Hendra.
Wali Nagari Pangkalan, Rifdal Laksamano, yang turut hadir di lokasi, mengapresiasi sinergi antara Polri dan masyarakat dalam merespons cepat situasi darurat ini sehingga korban dapat segera dievakuasi meskipun terkendala medan yang sulit.
Editor: Redaktur TVRINews





