Terus Perbaiki Data, Satgas PRR Pastikan Hak Semua Warga Korban Bencana Terpenuhi

rctiplus.com
8 jam lalu
Cover Berita
Terus Perbaiki Data, Satgas PRR Pastikan Hak Semua Warga Korban Bencana TerpenuhiNasional | sindonews | Sabtu, 4 April 2026 - 22:28Dengarkan Berita

Satuan Tugas Percepatan Pemulihan Pasca-Bencana (Satgas PRR) terus melakukan pemutakhiran data terkait kebutuhan Hunian Sementara (Huntara) bagi penyintas bencana di Aceh. Perubahan angka yang terjadi secara dinamis di lapangan ditegaskan bukan sebagai bentuk ketidakkonsistenan administratif, melainkan upaya nyata dalam mengejar akurasi demi memastikan hak seluruh warga terpenuhi tanpa terkecuali.

Kepala Posko Wilayah Satgas PRR, Safrizal ZA, menjelaskan proses sinkronisasi data ini dilakukan secara berkelanjutan dengan memegang teguh komitmen "No One Left Behind". Menurut Safrizal, salah satu pemicu utama perubahan data adalah kembalinya denyut kehidupan di lokasi-lokasi yang pada pendataan awal dianggap tidak berpenghuni.

“Seiring berjalannya waktu, banyak masyarakat yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke desa asal mereka dan berharap pembangunan Huntara dapat dilakukan di tanah kelahiran tersebut,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Baca juga: 252 Unit Huntara Diserahkan ke Warga Terdampak Bencana di Ketol Aceh Tengah

Baca Juga:Jadwal Imsak Jogja Hari Ini 5 Maret 2026, Subuh Jam Berapa? Simak Bacaan Doa Sahur

Selain faktor kembalinya warga, Safrizal menekankan Satgas PRR menerapkan sistem pendataan yang fleksibel dan tidak kaku. Pihaknya terus menerima usulan baru dari para Bupati di wilayah terdampak melalui skema By Name By Address (BNBA) yang terus diperbarui. “Langkah ini diambil agar pemerintah tidak terjebak dalam birokrasi data yang seringkali menghambat aksi nyata di lapangan. Pembangunan huntara sendiri dilakukan secara bertahap begitu data tahap awal tervalidasi,” katanya.

Lihat video: LEBARAN TANPA SUASANA! Warga Tak Rayakan Lebaran karena Kondisi Sulit Pasca Banjir AcehSafrizal menegaskan jika pihaknya harus menunggu pendataan BNBA selesai 100, maka proses pembangunan justru akan terbengkalai. Oleh karena itu, pintu pendataan tetap dibuka selama masih ada warga yang membutuhkan bantuan, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terputus hanya karena persoalan teknis administratif.

Baca Juga:Jadwal Imsakiyah Medan Hari Ini 5 Maret 2026, Lengkap dengan Niat Puasa

Sebagai bentuk transparansi dan keadilan, masyarakat juga diberikan pilihan untuk menentukan jenis bantuan yang paling sesuai dengan kondisi mereka. Para penyintas dapat memilih antara pembangunan fisik Huntara atau menerima bantuan dalam bentuk Dana Tunggu Hunian (DTH).

“Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana di Aceh, sehingga warga segera memiliki tempat tinggal yang layak sembari menunggu proses rekonstruksi permanen selesai sepenuhnya,” katanya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kim Seon-ho cerita kebiasaan saat menikmati waktu libur
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Jago Gombal, Karina aespa Bikin Heboh Panggil MY Indonesia Sayang-Sayangku!
• 30 menit lalugrid.id
thumb
MBG: program gizi sekaligus mesin ekonomi
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
China Ikut Indonesia, Satu Dunia Menolak Diganti Total
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Edukasi Gizi dan Pemeriksaan Anak Digelar di Bekasi untuk Cegah Stunting
• 13 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.