Singapura: Grab Singapura akan mengucurkan subsidi berupa voucer bahan bakar bagi mitra pengemudi pengirimannya sebagai bentuk merawat kesejahteraan mitranya. Ini dilakukan merespons lonjakan harga BBM buntut eskalasi konflik di Timur Tengah,
Melansir dari CNA, Sabtu, 4 April 2026, langkah tersebut akan menambah total dukungan finansial perusahaan untuk para mitranya menjadi sekitar 1,4 juta dolar Singapura (USD1 juta), ungkap Grab dalam keterangan tertulis.
Langkah ini menyusul inisiatif sebelumnya di bulan Maret, saat Grab meluncurkan program serupa bagi barisan pengemudi layanan transportasinya. Tak hanya itu, pada Selasa lalu, perusahaan ride-hailing ini juga telah menggelontorkan paket bantuan tambahan senilai 1,1 juta dolar Singapura, yang dikemas dalam bentuk peningkatan bonus tunai bulanan hingga ragam potongan harga (cashback). Kenaikan tarif Sebagai tambahan, Grab juga menerapkan kenaikan sementara pada komponen biaya ekstra bahan bakar (fuel surcharge) menjadi 0,90 dolar Singapura efektif per 7 April mendatang. Penyesuaian tarif ini dirancang agar manfaatnya mengalir langsung ke kantong mitra pengemudi.
Di segmen lain, batas tarif argo untuk layanan GrabCab turut dikerek naik demi menopang stabilitas pendapatan para sopir taksi di tengah tekanan ekonomi.
"Meskipun langkah-langkah sebelumnya ditujukan untuk armada transportasi secara umum, perluasan bantuan ini secara khusus difokuskan pada segmen komunitas pengiriman yang paling rentan terhadap harga bahan bakar: yakni mereka yang mengoperasikan sepeda motor, mobil, dan van berbahan bakar bensin," ujar pihak Grab Singapura.
Baca Juga :
Ketidakpastian Konflik AS-Iran, Harga Minyak Dunia di Atas USD100/Barel(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Skema bantuan BBM ini dirancang melalui proses konsultasi dengan Asosiasi Juara Pengiriman Nasional (NDCA). Terkait nominalnya, nilai voucer akan disesuaikan dengan jenis armada operasional serta level loyalitas pengemudi pada program Grab Emerald Circle.
Bagi mitra yang memenuhi kriteria, teknis dan detail pencairan voucer bakal diinformasikan langsung secara terpusat melalui aplikasi pengemudi.
Lebih lanjut, Grab memastikan bahwa seluruh mitra pengemudi transportasi dan pengiriman akan terus menerima diskon BBM di Esso, Caltex, dan Sinopec sebagai bagian dari keuntungan mitra perusahaan.
“Situasi bahan bakar saat ini merupakan tantangan yang dirasakan di seluruh jaringan mitra kami, dan kami berkomitmen untuk mendukung mitra pengiriman kami dalam menghadapi lonjakan biaya ini,” kata juru bicara Grab Singapura. Dukung kesejahteraan mitra Asisten Sekretaris Jenderal Kongres Serikat Buruh Nasional (NTUC) sekaligus penasihat NDCA Yeo Wan Ling, menyambut baik langkah Grab tersebut. Kendati demikian, ia menilai masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk mendukung para pekerja platform (gig workers).
“Kenaikan biaya bahan bakar secara langsung menggerus mata pencaharian dan pendapatan bersih para pekerja platform kami. Bantuan sebelumnya untuk pengemudi memang memberikan sedikit kelegaan, dan kami telah mendesak para operator platform untuk memberikan dukungan yang lebih luas,” tegas Yeo Wan Ling.
Penasihat NDCA tersebut juga mengungkapkan akan terus mendorong respons tripartit yang kuat, dari pihak operator maupun pemerintah, untuk memberikan bantuan yang komprehensif dan tepat waktu di seluruh sektor, serta memastikan bahwa semua pekerja platform mendapat dukungan.




