Jakarta, tvOnenews.com - Fiorentina berhasil meraih kemenangan krusial saat menghadapi Hellas Verona dalam laga sengit perebutan zona aman dari degradasi.
La Viola menang berkat penyelamatan gemilang David De Gea serta gol tak terduga dari Nicolo Fagioli.
Kemenangan ini menjadi sangat penting bagi Fiorentina yang sebelumnya hanya unggul dua poin dari zona degradasi.
Tambahan tiga angka membuat mereka menjauh sekaligus menjaga asa bertahan di Serie A.
Fiorentina datang ke laga ini dalam kondisi pincang tanpa sejumlah pemain seperti Rolando Mandragora, Dodo, Fabiano Parisi, Manor Solomon, Niccolò Fortini, dan Tariq Lamptey.
Sementara itu, Moise Kean tetap dimainkan sejak awal meski belum sepenuhnya fit.
Di sisi lain, Verona yang berada di dasar klasemen juga kehilangan beberapa pemain penting, termasuk Sandi Lovric, Armel Bella-Kotchap, dan Suat Serdar.
Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Fiorentina nyaris unggul cepat pada menit keempat lewat sepakan voli Nicolo Fagioli yang membentur mistar gawang.
Namun, sorotan utama di babak pertama justru tertuju pada David De Gea. Mantan kiper Manchester United itu tampil luar biasa dengan melakukan sejumlah penyelamatan penting.
Ia melakukan penyelamatan satu tangan yang spektakuler untuk menggagalkan tendangan Antoine Bernede, sebelum kembali menepis peluang dari Gift Orban dan Oyegoke yang mengancam dari jarak dekat.
Memasuki babak kedua, Verona terus menekan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Kieron Bowie bahkan nyaris mencetak gol, namun gagal memaksimalkan peluang emas di depan gawang.
Meski terus ditekan, Fiorentina justru mampu mencuri keunggulan secara mengejutkan. Gol tersebut lahir dari skema serangan cepat yang diawali aksi Jack Harrison di sisi kanan.
Umpannya disambar Nicolo Fagioli dengan sepakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung kiper Verona.
Gol tersebut sempat memicu kontroversi, lantaran beberapa saat sebelumnya pertandingan dihentikan akibat benturan yang dialami Fagioli dengan Roberto Gagliardini.
Ketegangan semakin memuncak ketika Tomas Suslov dan Albert Gudmundsson terlibat perkelahian sengit yang membuat keduanya harus diusir keluar lapangan dengan kondisi jersey robek.




