Khidmatnya Misa Malam Paskah di Katedral Jakarta: Usung Tema Tobat Ekologis

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Satu per satu lilin menyala di antara jemari masing-masing jemaat. Nyala api menerangi altar yang temaram. Jemaat pun memanjatkan puji-pujian untuk Sang Pencipta.

Kira-kira begitu suasana Misa Malam Paskah di Gereja Katedal Jakarta, Sabtu (4/4). Umat Katolik merayakan kebangkitan Kristus dengan penuh khidmat.

"Untuk (misa) malam hari ini tadi di pukul 21.00, kurang lebih sekitar 2.500 umat yang datang," ujar Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana, saat ditemui.

Susyana mengungkapkan, tema Paskah kali ini mengusung pertobatan ekologis. Harapannya bumi dapat terus dipelihara dan menjadi rumah bagi semua.

"Mengambil tema di poin atau ajaran sosial gereja yang kelima yaitu kepedulian kepada alam, kebutuhan alam ciptaan. Jadi di sini adanya diajak umat untuk melakukan pertobatan ekologis, menjadikan bumi sebagai rumah kita bersama," ujar Susyana.

Sadarkan Jemaat Jaga Lingkungan

Tema yang diangkat terwartakan kepada para jemaat. Salah satunya adalah Gunawan (56 tahun). Ia berharap sesama umat manusia dapat lebih sadar lagi akan kebersihan lingkungan yang merupakan tanggung jawab bersama.

"Bahwa dengan kita menjaga kebersihan, kita juga menjaga diri kita sendiri, merawat bumi, sehingga bumi kita menjadi bersih, menjadi bermanfaat untuk orang lain dan diri kita sendiri," ucap Gunawan.

Gunawan selalu mengikuti Misa Malam Paskah di Katedral Jakarta. Misa tahun ini, menurutnya, cukup ramai.

"Tetap ramai. Semua umat antusias untuk merayakan Paskah bersama," kata Gunawan.

Cerita Warga Lampung Misa di Katedral

Jemaat lainnya, Kevin (23 tahun), mengaku baru pertama kali misa di Katedral Jakarta. Pria asal Lampung ini mengaku bisa mendapat pengalaman positif.

"Bisa dibilang cukup ramai sih dan lumayan kondusif. Dari panitianya juga oke untuk mengatur jalannya ini sampai berakhir," ujar Kevin.

Kevin yang datang bersama temannya, Joss (24 tahun). Sementara Joss berharap datang Hari Raya Paskah ini dapat memberikan berkat bagi semua orang, tak hanya umat Katolik.

Sebab, kata Joss, sesuai pesan Paskah kali ini, setiap orang harus menjadi cahaya bagi sesama.

"Jadi bagaimana kita bisa spread, maksudnya kayak menyebarkan dari khotbah tadi itu, cahaya yang tadi itu. Tidak hanya buat umat Katolik saja tapi semua di Indonesia menjadi terang untuk semuanya," harap Joss.

"Bagaimana Paskah ini membawa berkat bagi kita semua, tidak hanya yang merayakan, tapi semua umat beragama. Karena kan juga ini kita di lingkungan yang Bhinneka Tunggal Ika, maksudnya sangat majemuk gitu," imbuhnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyiraman Air Keras di Bekasi Dipicu Dendam Menahun
• 18 jam lalukompas.id
thumb
Kebakaran Pabrik Plastik di Sidoarjo, Diduga karena Korsleting Listrik
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Khidmat dan Haru, Upacara Pelepasan 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Dibayangi Perang, Ibadah Jumat Agung Tetap Digelar Khusyuk di Gaza
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
BMKG Prakirakan Hujan di DKI Jakarta pada Minggu Siang
• 7 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.