Lebaran Betawi 2026 Digelar Tiga Hari di Lapangan Banteng, Targetkan 20 Ribu Pengunjung

pantau.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan rangkaian kegiatan Lebaran Betawi 2026 yang akan berlangsung selama tiga hari pada 10–12 April 2026 di Lapangan Banteng dengan target sekitar 20.000 pengunjung dari berbagai kalangan.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dengan menyatakan "Kami mengundang seluruh masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk hadir dan meramaikan Lebaran Betawi 2026,".

Lebaran Betawi 2026 mengusung tema "Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global".

Rangkaian Acara Tiga Hari

Hari pertama pada Jumat, 10 April 2026 pukul 18.30–21.30 WIB diawali dengan malam syukuran yang diisi pengajian, maulid, tahlilan, tausiah, dan doa bersama.

Hari kedua berlangsung pukul 08.00 hingga 23.00 WIB dengan berbagai atraksi budaya seperti ondel-ondel, tanjidor, silat, dan gambang kromong.

Kegiatan hari kedua juga mencakup acara seremonial, silaturahmi akbar, serta hiburan rakyat seperti lenong Betawi dan layar tancep.

Hari ketiga dimulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB dengan kegiatan santai dan interaktif bagi masyarakat.

Agenda hari terakhir meliputi senam bersama, permainan tradisional Betawi, dongeng rakyat, karnaval budaya, prosesi hantaran, sajian kuliner Betawi, serta pertunjukan musik.

Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi

Uus Kuswanto menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting dengan mengatakan "Ini menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk bersilaturahmi, merawat tradisi, sekaligus memperkuat persatuan warga dalam suasana hari raya,".

Lebaran Betawi yang telah diselenggarakan sejak 2008 ini memasuki penyelenggaraan ke-18 pada tahun 2026.

Masyarakat juga dapat menikmati kuliner khas Betawi serta mengunjungi bazar produk lokal yang diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM.

Penyelenggaraan acara ini melibatkan kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, Bamus Betawi, Majelis Kaum Betawi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kegiatan ini terus dikembangkan sebagai upaya pelestarian budaya Betawi sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada kearifan lokal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil Aipda Vicky Aristo, Polisi yang Pilih Mundur dari Polri Lalu Jualan Kopi
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Palari Films Rayakan 10 Tahun dengan 7 Film Baru, Ada Album Menari dengan Bayangan Hindia
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kebijakan WFH bagi ASN sudah Lama Diterapkan di Jawa Barat, Dedi Mulyadi Spill Keuntungannya
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Pangan Kota sebagai Instrumen Pertahanan Utama dalam Peta Geopolitik Dunia
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Bantai Persipal 7-0, Performa PSS Sleman Sudah di Level Super League
• 3 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.