FAJAR, TORAJA — Umat Kristen di Toraja menyambut Hari Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah) dengan penuh sukacita melalui tradisi pawai obor yang digelar pada Minggu (5/4/2026) dini hari.
Perayaan Paskah yang identik dengan doa dan ibadah ini di Toraja juga diwarnai kegiatan turun-temurun berupa pawai obor. Ribuan umat Kristen dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa, memadati jalan protokol kota.
Mereka berangkat dari gereja masing-masing, lalu berjalan mengelilingi jalan poros kota sebelum kembali ke gereja dengan tertib. Sepanjang pawai, tampak beragam bentuk obor yang dibawa peserta, seperti salib, menara, rumah tongkonan, hingga perahu.
Suasana semakin khidmat dengan lantunan lagu-lagu gerejawi yang diputar di sepanjang rute. Iringan suara dari pengeras suara dan sorak-sorai peserta menambah nuansa syahdu di waktu subuh menjelang pagi.
Selain itu, kemeriahan juga diwarnai suara kembang api dan atraksi semburan api yang menarik perhatian warga.
Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti umat Kristen. Sejumlah warga Muslim turut hadir menyaksikan dan mendokumentasikan pawai di sekitar Rantepao. Bahkan, beberapa di antaranya terlihat mengantar anggota keluarga mereka yang Nasrani sebelum melanjutkan aktivitas menunaikan salat subuh.
Pemandangan seperti ini bukan hal baru di Toraja. Sejak lama, daerah ini dikenal memiliki tingkat toleransi antarumat beragama yang tinggi. Dalam satu rumpun keluarga di tongkonan, kerap ditemukan keberagaman keyakinan, mulai dari Kristen, Katolik, Islam, hingga penganut Aluk Todolo.
Tradisi dan kehidupan sosial tersebut diharapkan terus terjaga, sehingga Toraja dapat menjadi contoh toleransi bagi daerah lain di Indonesia. (edy)





