tvOnenews.com - Performa impresif Jay Idzes terus mencuri perhatian, baik di level klub maupun internasional.
Bek andalan Sassuolo itu kembali menjadi sorotan setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam ajang PSSI Awards 2026.
Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata konsistensi Idzes sepanjang musim, sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain Indonesia paling berpengaruh saat ini.
Sejak direkrut dari Venezia pada awal musim, Jay Idzes tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi.
Di kompetisi sekelas Serie A, ia langsung dipercaya sebagai starter reguler.
- Instagram @352id
Bahkan, pemain berusia 25 tahun tersebut mencatatkan rekor impresif dengan tampil sebagai starter dalam 29 pertandingan beruntun.
Catatan ini menunjukkan betapa vital perannya di lini belakang Sassuolo.
Tak hanya kuat dalam bertahan, Idzes juga dikenal memiliki jiwa kepemimpinan tinggi, kualitas yang membuatnya dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia.
Keberhasilan Idzes juga mendapat pengakuan dari pelatih Sassuolo, Fabio Grosso.
Ia secara khusus memberikan ucapan selamat atas pencapaian sang pemain.
"Saya mengucapkan selamat kepada Idzes, yang menerima penghargaan pemain terbaik Indonesia tahun ini. Tentu saja merupakan tanda penghormatan yang besar baginya," tutur Fabio Grosso menjelang laga melawan Cagliari, dilansir dari Sassuolo News.
Meski memberikan pujian, Grosso tetap menegaskan pentingnya menjaga fokus tim di tengah jadwal kompetisi yang padat.
"Namun demikian, mari kita kesampingkan semua hal yang bisa kita eksplorasi di bidang lain, dan akan ada orang-orang yang kompeten untuk melakukannya. Kami sangat fokus dan siap menghadapi pertandingan yang sangat sulit, yaitu pertandingan melawan Cagliari," lanjut Grosso.
Dalam perebutan gelar pemain terbaik, Jay Idzes sukses mengalahkan sejumlah nama besar.
Di antaranya Rizky Ridho, Calvin Verdonk, Kevin Diks, hingga Yakob Sayuri.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan performa sepanjang periode Agustus 2024 hingga November 2025, fase di mana Idzes tampil konsisten di dua level sekaligus: klub dan tim nasional.
Bagi Jay Idzes, trofi ini bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia memilih untuk mendedikasikannya kepada semua pihak yang terlibat dalam perjalanan kariernya.




