Jakarta, tvOnenews.com - Terungkap, fakta mencengangkan di balik viralnya Aipda Vicky yang dimutasi karena ungkap kasus korupsi.
Seperti diketahui, akhir-akhir ini viral seorang anggota polisi perwira pertama Aipda Vicky Aristo Katiandagho yang berdinas di Polres Minahasa Polda Sulawesi Utara memilih mundur dari institusi Polri.
Aipda Vicky mundur karena dimutasi usai mengungkap kasus tindak pidana korupsi yang diduga melibatkan pejabat di Minahasa.
Sebelum dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud, dia menjabat Kepala Unit Tindak Pidana Khusus Sat Reskrim Polres Minahasa.
Video rekaman perpisahan yang dibuatnya tengah menjadi pembahasan netizen.
Momen yang menyentuh ketika Aipda Vicky bersujud menggunakan pakaian dinasnya.
"Sekali Bhayangkara, selamanya Bhayangkara," jelasnya dalam video tersebut.
Aipda Vicky mengaku saat ini tengah menikmati berjualan kopi sebelum resmi melepas tugas.
Menyikapi kasus tersebut, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan menerangkan narasi yang tersebar soal pengunduran diri Aipda Vicky Katiandagho dari anggota Polri mendiskreditkan institusi.
Video perpisahan itu bentuk loyalitas terhadap institusi.
Bukan sebaliknya narasi yang disebarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab adanya kekecewaan.
"Hasil klarifikasi menunjukkan subjek tidak terlibat dalam upaya penyebaran hoaks atau mendiskreditkan institusi, loyalitas yang bersangkutan terhadap Polri tetap terjaga dan narasi kekecewaan yang viral tersebut terbukti tidak benar," ucapnya, Sabtu (4/4/2026).
Kombes Alamsyah menyampaikan Biro Paminal Bidpropam Polda Sulut telah melakukan klarifikasi terhadap Aipda Vicky.
Fakta yang sebenarnya video berisi ucapan terima kasih menjelang pensiun yang bersangkutan.
"Dalam komunikasi yang dilakukan pada Kamis 2 April 2026, VAK membenarkan bahwa video tersebut memang dibuat secara pribadi sebagai kenang-kenangan masa dinas menjelang masa pensiunnya per 1 April 2026," terangnya.
Video asli tersebut hanya berisi ucapan terima kasih kepada institusi Polri.
Menurut Kombes Alamsyah bahwa Aipda Vicky tidak pernah memberi izin kepada akun mana pun untuk menambahkan narasi provokatif.
"VAK justru menyatakan rasa bangganya terhadap institusi Polri dengan semboyan "Sekali Bhayangkara, tetap Bhayangkara," ujar dia.
Alamsyah menegaskan Vicky menjadi korban penyalahgunaan konten oleh pihak ketiga.




