MAGELANG,KOMPAS — Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto turut mengantar jenazah Sersan Kepala (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan ke Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (4/4/2026) malam. Ichwan yang gugur saat menjalankan misi di Lebanon itu disebut tiga kali mendaftar menjadi anggota Kontingen Garuda, pasukan elite TNI yang dikirim ke negara konflik untuk menjaga perdamaian.
Jenazah Ichwan tiba di rumah keluarganya, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, pada Sabtu sekitar 22.45 WIB. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga, kerabat, dan tetangga Ichwan.
Istri dan ibu Ichwan yang datang bersama jenazah tak kuasa menahan air mata ketika melihat orang-orang menyambut mereka dengan isak tangis.
Setelah sampai di rumah, peti jenazah Ichwan dibawa masuk ke dalam. Sejumlah orang bersiap di depan pintu untuk bergantian melakukan shalat jenazah. Piek dan sejumlah prajurit TNI yang turut mengantar Ichwan tergabung dalam kelompok pertama yang menyalatkan jenazah Ichwan.
Piek menyebut, keluarga besar Kodam IX/Udayana turut berduka atas kematian Ichwan. Sehari-hari, Ichwan bertugas sebagai bintara perawat di Kodam IX/Udayana.
“Dan almarhum sebelum bertugas (di Lebanon) sudah pernah mendaftar tiga kali untuk menjadi kontingen garuda yang bertugas di luar negeri, tepatnya di Gaza. Akhirnya sampai tiga kali almarhum bisa tergabung dalam pasukan PBB,” kata Piek.
Piek menyebut, pihaknya tak hanya datang untuk menyampaikan duka cita, melainkan juga menyampaikan hak-hak Ichwan dan keluarganya dari negara. “Tunjangan dari pemerintah lewat kami kesatuan, sudah kami teruskan kepada pihak keluarga,” ucap Piek.
Sebelumnya, keluarga mendiang Ichwan menggelar tahlilan di rumah tersebut untuk mendoakan Ichwan. Tahlilan yang telah digelar setiap hari oleh pihak keluarga sejak Selasa (31/3/2026) itu digelar dua kali pada Sabtu.
Budiyono (53), mertua Ichwan, menyebut, tahlilan pertama diikuti oleh keluarga dan tetangga Ichwan. “Ini tahlilan kedua diikuti oleh tetangga dan keluarga dari pihak istri almarhum, dari (kecamatan) Borobudur,” ujar Budiyono.
Jika dalam tahlilan pada malam-malam sebelumya ada anak dan istri Ichwan, pada Sabtu malam keduanya tidak ada. Keduanya, bersama dengan ibu Ichwan, mertua Ichwan dan adik ipar Ichwan sedang menjemput jenazah Ichwan.
“Tadi pagi rombongan berangkat ke Jakarta jam 05.00 WIB untuk menyambut jenazah dan mengikuti upacara bersama Presiden di (Bandara Internasional) Soekarno-Hatta. Sekarang dalam penerbangan ke (Bandara) Adisutjipto,” ucap Budiyono, Sabtu malam.
Budiyono menyebut, pihak keluarga sangat bersyukur karena pemerintah terus mengupayakan dan membantu proses pemulangan jenazah Ichwan. Prosesnya disebut Budiyono terbilang cepat.
Menurut Budiyono, menantunya itu sehari-hari bertugas di Komando Daerah Militer IX/Udayana di Bali. Ia bertugas di instansi itu sejak 2019. Kemudian, pada April 2025, Ichwan ditugaskan untuk berangkat dalam misi perdamaian ke Lebanon.
“Waktu berangkat (ke Lebanon) itu kan istrinya hamil 4 bulan, terus Agustus kemarin itu istrinya lahiran. Almarhum sempat cuti tiga minggu, kembali ke sini. Tapi, dia cuma dua minggu di rumah, yang seminggu di perjalanan,” ujar Budiyono.
Budiyono menyebut, Ichwan terakhir kali berkomunikasi dengan pihak keluarga sehari sebelum insiden ledakan yang merenggut nyawa ayah dari satu putri tersebut. Dalam komunikasi terakhirnya itu, Ichwan menginformasikan bahwa akan berangkat patroli.
Pihak keluarga sempat mendapatkan informasi bahwa ada insiden ledakan yang diduga menimpa Ichwan pada Senin (30/3/2026). Kemudian, pada Selasa, kabar terkait meninggalnya Ichwan diterima pihak keluarga.
Dihubungi terpisah, Komandan Komando Distrik Militer 0705/Magelang, Letnan Kolonel Infanteri Afrizal Rakhman mengtakan, jenazah Ichwan disemayamkan pada Sabtu malam di rumah keluarganya di Deyangan. Kemudian, pada Minggu pagi, jenazah bakal dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Dharmoloyo II Magelang.
“Minggu pukul 08.00 WIB bakal dilakukan upacara pemberangkatan jenazah dengan inspektur upacara Panglima Kodam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto. Kemudian, upacara pemakaman di TMP Giri Dharmoloyo II dipimpin oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita,” kata Afrizal saat dihubungi, Sabtu.
Dan almarhum sebelum bertugas (di Lebanon) sudah pernah mendaftar tiga kali untuk menjadi kontingen garuda yang bertugas di luar negeri, tepatnya di Gaza. Akhirnya sampai tiga kali almarhum bisa tergabung dalam pasukan PBB





