Media Belanda Mulai Curiga, Sebut Ada ‘Orang Penghubung’ di Balik Polemik Paspor Pemain Timnas Indonesia

tvonenews.com
12 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Sorotan terhadap polemik “paspoort gate” yang melibatkan pemain naturalisasi Timnas Indonesia kini memasuki babak baru.

Media Belanda mulai mengaitkan nama Fardy Bachdim sebagai sosok penting di balik proses perekrutan pemain diaspora.

Kasus ini sendiri tengah menjadi perhatian luas di Belanda, terutama setelah sejumlah pemain harus menepi akibat persoalan administrasi yang belum tuntas.

Beberapa pemain yang terdampak antara lain Dean James (Go Ahead Eagles), Justin Hubner (Fortuna Sittard), Tim Geypens (FC Emmen), serta Nathan Tjoe-A-On (Willem II).

Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Tidak Dikenal di Negara Asal Tapi Punya 4 Juta Followers di Instagram
Sumber :
  • tvOnenews-Taufik Hidayat

Mereka untuk sementara tidak bisa beraktivitas penuh bersama klub masing-masing karena masih menunggu kejelasan terkait status kewarganegaraan dan izin kerja di kompetisi Belanda.

Harian besar Belanda, Algemeen Dagblad, menurunkan laporan khusus yang mengupas peran Fardy Bachdim dalam fenomena ini.

Media tersebut menyebut Fardy sebagai figur yang kerap muncul dalam berbagai momen penting proses naturalisasi pemain Indonesia.

Mulai dari dokumentasi bersama pemain di Eropa hingga kehadirannya dalam seremoni pengambilan sumpah kewarganegaraan.

"Tidak mengejutkan karena Bachdim punya jejaring besar di Belanda dan Indonesia," tulis media tersebut, seperti dikutip dari Voetbal Primeur.

"Ia dulu aktif sebagai pelatih usia muda dan mempunyai sekolah sepak bola di sana."

Dalam laporannya, Algemeen Dagblad bahkan menyematkan julukan khusus untuk Fardy Bachdim: “Sang Penghubung”.

Perannya disebut sebagai pihak yang menjembatani komunikasi antara pemain berdarah Indonesia di Belanda dengan PSSI.

Media tersebut juga menyoroti kehadiran Fardy dalam berbagai momen penting, termasuk saat mendampingi pemain seperti Jay Idzes ketika masih membela Venezia, hingga saat proses naturalisasi pemain lain di Kedutaan Besar Indonesia di Brussels.

"Gambaran besarnya jelas," tulis AD lagi.

"Para pemain dijual mimpi sepak bola dan mungkin, berdasarkan mereka yang terlibat, tidak memperhatikan dengan seksama konsekuensi bermain bagi Indoensia."

"Mereka berpikir soal pengembangan di dalam lapangan bukan tentang paspor, izin kerja, visa tinggal, dan isu-isu legal lainnya."


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peringatan Dini BMKG 6 7 April 2026 di Wilayah Indonesia, Waspada Cuaca Ekstrem Hujan Lebat
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
KSAD Jamin Hak dan Kesejahteraan Keluarga Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Kasus Amsal Sitepu Bongkar Borok di Kejaksaan, Amsal-Amsal Lainnya Belum Terungkap
• 9 jam laludisway.id
thumb
Kapan Long Weekend Lagi Usai Paskah 2026? Cek Jadwal Liburnya di Sini
• 1 jam laludetik.com
thumb
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI, Pahlawan Perdamaian Dunia Gugur di Misi UNIFIL Lebanon
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.