Yogyakarta: Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur saat menjalankan tugas Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap peristiwa tersebut tidak terulang lagi.
"Saya mengucapkan belasungkawa, tetapi juga harapan saya peristiwa ini tidak terulang kembali," kata Sultan usai menyambut kedatangan jenazah prajurit TNI di Baseops Lanud Adisutjipto Yogyakarta, seperti dilansir Antara, Minggu, 5 Maret 2026.
Baca Juga :
Prajurit TNI Dibidik Israel, PBB Bisa Apa?Menurut Sultan, gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon saat menjalankan misi perdamaian menjadi peringatan penting bagi pemerintah. Ia menekankan perlunya segera memastikan kesepakatan-kesepakatan damai dalam misi bersama PBB tersebut
"Ya, bagaimana kesepakatan-kesepakatan internasional dalam penugasan dari PBB itu bisa konsisten dilakukan," ungkap Sultan.
Sultan juga berharap Pemerintah Indonesia bersama organisasi PBB melakukan identifikasi terkait peristiwa hingga mengakibatkan prajurit TNI gugur saat bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon.
"Tuntutan kita kan di situ, di PBB, dan semoga itu bisa dilaksanakan dengan baik. Mengidentifikasi betul ini kealpaan atau kesengajaan, saya kira itu," ujarnya.
Tiga peti jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan, siap untuk diterbangkan ke kediamannya masing-masing. Dokumentasi/ Istimewa
Salah satu prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon tersebut berasal dari Kulon Progo, DIY, yakni Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Setelah jenazah diserahkan ke keluarga, almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kulon Progo pada 5 April 2026.
Sultan mengatakan tidak mengantar jenazah sampai ke Kulon Progo. "Tidak, sudah dilepas, nanti di sana pelepasan untuk diserahkan kepada keluarga," tuturnya.




