Kementerian PU Buka Lowongan Padat Karya di 12.000 Lokasi

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai menjalankan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).

Kementerian PU Buka Lowongan Padat Karya di 12.000 Lokasi. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai menjalankan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran 2026  di sekitar 12.000 lokasi di seluruh Indonesia.

Program berbasis padat karya ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja sekaligus mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa.

Baca Juga:
Kementerian PU Bangun 456 Huntara untuk Korban Bencana Tegal

Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan P3TGAI menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program ini adalah instrumen penting untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata di seluruh lapisan masyarakat. Dengan melibatkan warga setempat dalam pembangunan, padat karya membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar Dody dalam keterangan resmi, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga:
Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Material, Kementerian PU Sesuaikan Kontrak

Selain berdampak pada penciptaan lapangan kerja, program ini juga dirancang untuk memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan infrastruktur melalui pola swakelola. Dalam skema ini, masyarakat terlibat langsung sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.

Melalui pendekatan tersebut, dana pembangunan dapat berputar langsung di tingkat desa. Di sisi lain, keterlibatan masyarakat juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur irigasi yang dibangun, sehingga mendorong pemeliharaan yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga:
Kementerian PU Minta Roatex Tambah Investasi untuk Terapkan Tol Nir Sentuh (MLFF)

Seiring dengan perluasan program di tahun ini, Kementerian PU juga membuka rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) untuk mendukung pelaksanaan di lapangan. Keberadaan TPM dinilai krusial dalam memastikan program berjalan efektif di berbagai daerah.

TPM akan mendampingi kelompok petani seperti Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), dan Induk P3A (IP3A), mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan konstruksi sederhana, hingga pengelolaan administrasi kegiatan.

Selain itu, TPM juga bertugas menjaga kualitas pekerjaan, membantu penyusunan laporan, serta memberikan pendampingan teknis agar pengelolaan irigasi menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.

(Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PKL Barombong Ditertibkan, Anggota DPRD Makassar Andi Tenri Tagih Janji Relokasi dan Pembangunan Pasar
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Polisi Telusuri Viral Innova Vs Livina Saling Senggol di Tol Kemayoran
• 4 jam laludetik.com
thumb
Peran Orang Tua Penting dalam Pembatasan Media Sosial Anak
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mengapa Deforestasi di Indonesia Kembali Melonjak sejak 2025?
• 7 jam lalukompas.id
thumb
UU Hukuman Mati Tahanan Palestina, Sukamta: Pemerintah Harus Ambil Langkah Diplomasi
• 4 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.