FAJAR, TEHERAN—Amerika Serikat dan Israel kebingungan untuk menghancurkan persenjataan Iran. Mereka mengklaim sudah berhasil, namun rudal dan drone Iran terus menghujani Israel dan aset AS di kawasan Teluk.
Mereka pun mulai mengincar fasilitas umum. Termasuk jembatan. Pasukan AS-Israel juga menargetkan fasilitas petrokimia di Iran barat daya.
Serangan ke fasilitas petrokimia di Iran barat daya itu menewaskan lima orang tewas dan melukai 170 lainnya.
Kantor berita IRNA mengutip seorang pejabat setempat di provinsi Khuzestan yang mengatakan serangan itu menghantam beberapa perusahaan di Zona Ekonomi Khusus Mahshahr untuk petrokimia.
Pejabat itu mengatakan para korban luka menerima perawatan medis, dengan sebagian besar dipulangkan setelah perawatan rawat jalan.
Sebelumnya pada hari itu, kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan bahwa setidaknya lima orang terluka dalam serangan AS-Israel yang menargetkan zona petrokimia khusus Mahshahr dan Bandar Imam di Iran.
Serangan tersebut juga menargetkan fasilitas petrokimia Fajr, Rejal, dan Amir-Kabir di provinsi Khuzestan barat daya Iran, kata kantor berita itu, mengutip wakil gubernur provinsi untuk keamanan.
Meskipun sebagian dari lokasi petrokimia Bandar Imam rusak, tidak ada kerusakan yang dilaporkan pada fasilitas Amir-Kabir.
Amerika Serikat dan Israel sehari sebelumnya dilaporkan menyerang Jembatan B1 di Karaj, Iran, salah satu jembatan tertinggi di Timur Tengah.
Ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Teheran membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. (amr)





