Ketegangan AS-Iran Meningkat Jelang Batas Waktu Hormuz

tvrinews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Teheran 

Presiden Donald Trump mengancam tindakan militer skala besar sementara pencarian pilot Amerika yang hilang di wilayah Iran terus berlanjut.

Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras kepada Teheran untuk membuka Selat Hormuz sebelum tenggat waktu Senin 6 April 2026 Besok. 

Sebaliknya, pemerintah Iran membalas ancaman tersebut dengan menyebutnya sebagai tindakan yang "tidak seimbang dan konyol."

Memasuki minggu keenam peperangan, tensi militer meningkat menyusul jatuhnya dua pesawat tempur AS pada Jumat 3 April lalu. 

Saat ini, operasi pencarian terhadap seorang pilot militer Amerika Serikat masih berlangsung di kawasan terpencil di Republik Islam tersebut.

Ancaman Militer dan Dampak Infrastruktur

Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, dari komando militer gabungan Iran, memberikan respons tajam terhadap gertakan Trump melalui media pemerintah pada Sabtu 4 April malam.

"Pintu neraka akan terbuka bagi Anda jika infrastruktur Iran diserang," tegas Jenderal Aliabadi. Ia juga mengancam akan menyasar seluruh fasilitas yang digunakan militer AS di kawasan tersebut.

Konflik yang dimulai sejak serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari ini telah memicu krisis global. Ribuan nyawa melayang, pasar keuangan dunia terguncang, dan rute pelayaran utama terputus, yang berdampak langsung pada lonjakan harga bahan bakar global.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengonfirmasi bahwa pasukannya telah menyerang kompleks petrokimia di Mahshahr, yang diklaim sebagai sumber pendanaan perang Iran.

"Kami akan terus menghancurkan mereka," ujar Netanyahu.

Berdasarkan laporan media pemerintah Iran, serangan tersebut menewaskan lima orang dan melukai 170 lainnya. 

Selain itu, Organisasi Energi Atom Iran melaporkan serangan udara di dekat fasilitas nuklir Bushehr yang menewaskan seorang petugas keamanan, memicu evakuasi 198 pekerja oleh perusahaan nuklir Rusia, Rosatom.

Upaya Diplomasi di Tengah Prahara

Meski situasi memanas, secercah harapan muncul dari jalur diplomasi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, menyatakan kepada The Associated Press bahwa upaya Islamabad untuk menengahi gencatan senjata berada di "jalur yang benar."

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menolak untuk berdialog di Islamabad.

Mediator dari Pakistan, Turki, dan Mesir dilaporkan tengah bekerja keras membawa kedua belah pihak ke meja perundingan dengan proposal penghentian permusuhan.

Namun, di media sosial, Presiden Trump justru mempertegas posisinya:

"Ingat ketika saya memberi Iran waktu sepuluh hari untuk membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz. Waktu hampir habis — 48 jam sebelum seluruh neraka akan menimpa mereka."

Misteri Pilot yang Hilang

Di daratan Iran, fokus tertuju pada pencarian pilot pesawat F-15E Strike Eagle yang jatuh di provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad. Pentagon mengonfirmasi melalui surel bahwa satu anggota awak berhasil diselamatkan, namun status satu anggota lainnya masih belum diketahui.

Selain itu, ketegangan meluas ke sektor komersial. Markas besar perusahaan teknologi AS, Oracle, di Dubai terkena dampak intersepsi udara setelah adanya ancaman dari Garda Revolusi Iran. 

Pihak berwenang Dubai menyebutnya sebagai "insiden kecil," sementara Garda Revolusi menuduh perusahaan teknologi besar AS terlibat dalam operasi spionase.

Sejak perang meletus, lebih dari 1.900 orang tewas di Iran. Korban jiwa juga berjatuhan di Lebanon dengan lebih dari 1.400 kematian, sementara belasan personel militer AS dan warga Israel dilaporkan tewas dalam konflik yang kian meluas ini.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
India Kembali Impor Minyak dari Iran, Pertama dalam 7 Tahun
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kementan dan PU Percepat Pembangunan Irigasi Hadapi Kekeringan di Jateng
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jumlah Pemilih di Banten Awal 2026 Tembus 9,27 Juta, KPU Catat Kenaikan Signifikan
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Mengantar Kopda Anumerta Farizal ke Peristirahatan Terakhir
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Detik-Detik Fenomena Alam Diduga Meteor Terangi Langit Sumatra Barat
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.