LARANTUKA, KOMPAS - Umat Katolik seluruh dunia merayakan Paskah pada Minggu (5/4/2026). Perayaan mengenang kebangkitan juru selamat Yesus Kristus itu sejatinya dapat membangkitkan harapan baru dari kegagalan, luka batin, dan kesalahan masa lalu. Kabar sukacita itu pun harus dibagikan.
Demikian homili Paskah yang disampaikan Pastor Piter Tukan SVD kala memimpin perayaan Paskah di Gereja Kristus Raja Stasi Mewet, Paroki Baniona, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Ratusan umat mengikuti perayaan itu.
Pesan yang sama juga disampaikan Piter kala memimpin misa Sabtu Haleluya pada malam sebelumnya. Umat setempat mengelilingi api unggun yang dinyalakan sebagai simbol terang kebangkitan atas kegelapan maut.
Piter menuturkan, bukti kebangkitan adalah kubur kosong. Kubur batu tersebut sebelumnya menjadi tempat pemakaman Yesus yang wafat di kayu salib. Yesus dijatuhi hukuman mati dalam peradilan penuh rekayasa kelompok Yahudi. Yesus lalu disalibkan.
Dalam konteks kehidupan umat beriman, lanjut Piter, kubur kosong dapat dimaknai sebagai hati manusia yang kosong. Kekosongan disebabkan oleh kegagalan, luka batin, dan dosa masa lalu. Manusia terkadang menganggap kekosongan menjadi akhir segalanya.
"Kekosongan bukan akhir segalanya. Itu adalah awal untuk memperbaharui diri menjadi lebih baik. Kebangkitan Yesus adalah momentum untuk meneguhkan iman. Percayalah kepada Yesus Kristus sebagai awal dan akhir," katanya.
Ia juga berpesan agar kabar sukacita kebangkitan Yesus dibagikan sama seperti murid Yesus kala itu. Optimisme dan benih kebaikan juga harus ditebarkan kepada semua orang lewat tingkah laku. Dengan begitu dunia dipenuhi dengan kasih dan kedamaian sejati.
Serial Artikel
Kebebasan Beragama di ”Vatikan-nya” Indonesia
Keberagaman dan kebebasan beribadah bagi semua agama kian menyempurnakan keindahan kota Larantuka yang kerap disebut sebagai Vatikan-nya Indonesia itu.
Suasana Paskah Kota Larantuka masih terasa. Umat bepergian ke gereja untuk mengikuti misa.
Begitu juga para peziarah dari luar yang masih menuntaskan peziarahan Semana Santa yang akan berakhir pada Minggu hari ini. Semana Santa terjadi sekali dalam setahun pada masa Paskah.
Semana Santa atau pekan suci, memperingati sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus sebagaimana iman Katolik. Dimulai pada Minggu Palem di mana umat memperingati Yesus yang diarak masuk kota Yerusalem. Ditutup dengan Minggu Paskah untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus.
Uskup Larantuka MGR Yohanes Hans Monteiro menekankan, petingginya saling mengampuni. Yesus rela wafat demi menebus dosa manusia. Dengan begitu, manusia yang penuh dengan dosa haruslah saling mengampuni.
Ia juga mengajak umat untuk terus menjaga tali persaudaraan baik sesama umat Katolik maupun dengan umat dari agama lain. Persaudaraan yang tumbuh secara alami hendaklah terus dipupuk diwariskan lintas gerenasi.
Seperti pada saat proses Jumat Agung. Pada malam perarakan patung Bunda Maria dan Yesus itu, sejumlah pemuda Islam ikut menjaga keamanan. Mereka membentuk pagar betis dari pintu masuk Katedral Reinha Rosari Larantuka.
Kepala Bidang Humas Polda NTT Komisaris Besar Henry Novika Chandra mengatakan, pelaksanaan Semana Santa berjalan lancar. Sebelumnya, sempat ada kekhawatiran, mengingat di daerah itu terjadi konflik secara beruntun.
"Kami berterima kasih atas partisipasi semua pihak yang ikut menjaga keamanan dan ketertiban. Mari kita terus buktikan bahwa NTT ini daerah yang penuh kasih," ucap Henry.
Serial Artikel
Pemuda Islam Mengawal Semana Santa
Keterlibatan umat lintas agama adalah potret alami yang dihidupi masyarakat setempat.




