Moskow (ANTARA) - Perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom, telah memulai fase utama evakuasi staf dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Bushehr di Iran, demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Rosatom Alexey Likhachev pada Sabtu (4/4).
Likhachaev mengungkapkan sebanyak 198 staf Rosatom sedang diangkut menggunakan bus menuju perbatasan Iran-Armenia.
"Kami sangat berharap dalam dua hingga tiga hari ke depan, rekan-rekan kami dapat melintasi hampir seluruh wilayah Iran dengan selamat dan kembali ke negara kami," ujarnya.
Likhachev mengatakan pihak Iran melakukan banyak hal untuk memastikan keamanan rute evakuasi para staf Rosatom tersebut dan kerja sama dengan Pemerintah Armenia juga berjalan lancar.
Ia menyampaikan para ahli nuklir Rusia tersebut akan meninggalkan kawasan melalui Bandar Udara Yerevan.
Organisasi Energi Atom Iran sebelumnya melaporkan sebuah proyektil telah menghantam area di dekat PLTN Bushehr, menewaskan seorang petugas keamanan dan menandai serangan serupa keempat sejak serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.
PLTN Bushehr, yang terletak sekitar 17 km sebelah tenggara Kota Bushehr dan dibangun melalui kerja sama dengan Rusia, mulai memasok listrik pada September 2011.
Pada November 2014, Iran dan Rusia menandatangani perjanjian kerja sama untuk menambah dua reaktor di PLTN tersebut.
Likhachaev mengungkapkan sebanyak 198 staf Rosatom sedang diangkut menggunakan bus menuju perbatasan Iran-Armenia.
"Kami sangat berharap dalam dua hingga tiga hari ke depan, rekan-rekan kami dapat melintasi hampir seluruh wilayah Iran dengan selamat dan kembali ke negara kami," ujarnya.
Likhachev mengatakan pihak Iran melakukan banyak hal untuk memastikan keamanan rute evakuasi para staf Rosatom tersebut dan kerja sama dengan Pemerintah Armenia juga berjalan lancar.
Ia menyampaikan para ahli nuklir Rusia tersebut akan meninggalkan kawasan melalui Bandar Udara Yerevan.
Organisasi Energi Atom Iran sebelumnya melaporkan sebuah proyektil telah menghantam area di dekat PLTN Bushehr, menewaskan seorang petugas keamanan dan menandai serangan serupa keempat sejak serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.
PLTN Bushehr, yang terletak sekitar 17 km sebelah tenggara Kota Bushehr dan dibangun melalui kerja sama dengan Rusia, mulai memasok listrik pada September 2011.
Pada November 2014, Iran dan Rusia menandatangani perjanjian kerja sama untuk menambah dua reaktor di PLTN tersebut.





