IHSG Berpotensi Volatil Pekan Depan, Pasar Cermati Aturan Konsentrasi Pemegang Saham

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Pergerakan IHSG pekan depan masih akan dibayangi volatilitas seiring meningkatnya ketidakpastian global hingga sentimen domestik.

IHSG Berpotensi Volatil Pekan Depan, Pasar Cermati Aturan Konsentrasi Pemegang Saham (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan masih akan dibayangi volatilitas seiring meningkatnya ketidakpastian global hingga sentimen domestik.

Stockbit menilai, pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu gejolak di pasar keuangan. 

Baca Juga:
Saham BREN hingga 4 Bank Besar Jadi Beban IHSG Sepekan

Hal ini turut menekan IHSG hingga jatuh 2,19 persen ke level 7.026,8 pada penutupan perdagangan Kamis (2/4/2026).

Dalam pidatonya, Trump menyebut bahwa operasi militer AS di Iran hampir selesai, namun di sisi lain juga mengisyaratkan potensi serangan lanjutan dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Baca Juga:
IHSG Melemah 0,99 Persen dalam Sepekan, Nilai Transaksi Harian Ikut Turun

Pernyataan tersebut memunculkan ketidakpastian mengenai akhir konflik, termasuk nasib jalur distribusi energi global di Selat Hormuz. 

Trump hanya menyatakan bahwa jalur tersebut akan terbuka secara alami setelah konflik berakhir, tanpa memberikan rincian skema yang jelas.

Baca Juga:
Ini Deretan Saham Perkasa dan Melemah dalam Sepekan di Tengah Tekanan IHSG

Di tengah situasi tersebut, harga minyak mentah dunia melonjak signifikan. Minyak Brent tercatat naik 3,25 persen ke level USD104,5 per barel pada Kamis (2/4/2026) pagi dan kembali menguat hingga USD108,8 per barel pada sore hari. 

Kenaikan harga energi ini turut memperburuk sentimen pasar, khususnya bagi negara-negara importir minyak.

Tekanan juga terlihat di pasar saham regional Asia. Indeks Nikkei melemah 2,38 persen, Kospi turun 4,47 persen, dan Hang Seng terkoreksi 0,7 persen, mencerminkan meningkatnya aversi risiko di kalangan pelaku pasar global.

Selain faktor eksternal, investor juga diminta mencermati sentimen domestik, khususnya terkait rencana pengumuman daftar konsentrasi pemegang saham. 
Kebijakan ini berpotensi memengaruhi dinamika perdagangan saham di dalam negeri, terutama terhadap likuiditas dan persepsi transparansi pasar.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tsunami Informasi Geopolitik Dinilai Dapat Ganggu Kesehatan Mental
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pentingnya Restorasi Bakau untuk Pemulihan Lingkungan di Wilayah Pesisir Pantai
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Kawasan Industri Berkilauan di Kota-kota Satelit Seoul
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Terungkap, Truk TNI Tabrak Motor di Kalideres Ternyata Antar Siswa SD
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Hadapi Krisis Global, Kuncinya Kemandirian Energi Indonesia
• 14 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.