Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Program Sekolah Rakyat (SR) yang diinisiasi pemerintah bersama bantuan pemberdayaan dari Kementerian Sosial (Kemensos) terbukti membawa perubahan nyata bagi keluarga kurang mampu.
Hal ini dirasakan langsung oleh Megawati (43), warga yang tinggal di pinggir Sungai Barito Desa Bahalayung, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Megawati bersama suami dan sembilan anaknya sempat menjalani kehidupan yang penuh kekurangan. Penghasilan sang suami, Abdullah (50), sebagai pencari ikan di pematang sawah yang hanya sekitar Rp80 ribu per hari, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga besar mereka.
Kondisi sulit itu bahkan membuat keluarga ini kerap mengalami kekurangan pangan. Saat Ramadan, mereka pernah sahur hanya dengan nasi dan garam. Anak-anak pun terpaksa berbuka dengan air putih karena tidak adanya makanan di rumah.
"Kalau bukan bantuan ini, mungkin kami masih seperti dulu," ujar Megawati dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Kementerian Sosial, pada Minggu, 5 April 2026.
Di tengah kondisi tersebut, pendidikan anak tetap menjadi harapan utama. Putranya, Kholemy Almu Dhatser (15), sempat putus sekolah selama satu tahun akibat keterbatasan biaya dan harus bekerja serabutan membantu keluarga.
Namun, kehadiran Program Sekolah Rakyat menjadi titik balik. Kholemy kini dapat kembali mengenyam pendidikan di SRMP 20 Banjarbaru tanpa terbebani biaya, sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik.
"Kalau tidak ada Sekolah Rakyat, mungkin anak saya sudah tidak sekolah lagi," ucapnya.
Tidak hanya dari sisi pendidikan, perubahan juga dirasakan melalui bantuan ekonomi dari Kemensos. Melalui Sentra Budi Luhur Banjarbaru, Megawati menerima bantuan usaha berupa warung kelontong yang kini menjadi sumber penghasilan baru bagi keluarganya.
Dalam beberapa hari setelah bantuan diterima, usaha tersebut telah menghasilkan sekitar Rp400 ribu. Pendapatan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus diputar kembali sebagai modal usaha.
Selain itu, Kemensos juga memberikan bantuan ternak ayam serta kebutuhan dasar dan nutrisi guna mendukung ketahanan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.
Megawati mengaku bantuan tersebut menjadi titik awal kebangkitan keluarganya dari keterpurukan.
"Serasa hidup kembali, seperti pohon yang lama layu sekarang mekar lagi," ungkapnya.
Kisah Megawati menjadi bukti kehadiran negara melalui Program Sekolah Rakyat dan bantuan sosial tidak hanya menjaga anak tetap bersekolah, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi keluarga secara bertahap.
Editor: Redaktur TVRINews





