Gunung Semeru Erupsi Disertai Luncuran Awan Panas Sejauh 3,5 Km

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Lumajang: Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali erupsi pada Minggu pagi, 5 April 2026. Erupsi tersebut disertai letusan awan panas yang meluncur sejauh 3,5 kilometer.

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur pada pukul 02.02 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, dilansir dari Antara.

Menurutnya kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 3 menit 29 detik.  

"Letusan disertai awan panas dengan jarak luncur 3,5 km dari puncak," ujarnya. 
 

Baca Juga :

Gunung Semeru Erupsi 3 Kali dalam Sehari, Tinggi Letusan Capai 1.000 Meter

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 06.55 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 mdpl.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 134 detik. 

Selang tujuh menit, Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 7.02 WIB. Tinggi kolom letusan abu vulkanik teramati sekitar 600 meter di atas puncak.

Erupsi Gunung Semeru kembali terjadi pada pukul 07.53 WIB. Kali ini tinggi letusan 800 meter di atas puncak dan pukul 08.50 WIB dengan letusan tidak teramati karena tertutup kabut. 


Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 700 meter di atas puncak pada Rabu pagi, 1 April 2026. ANTARA/HO-PVMBG


Saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," jelasnya.

Ia mengimbau agar masyarakat juga tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru. Wilayah tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

"Perlu juga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ungkapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Misi ke Bulan Terganggu, Toilet Pesawat Artemis II Keluarkan Bau dan Sering Ngadat
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Sentra Kemensos Kendari Tangani dan Selamatkan 4 ODGJ di Buton Tengah
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Dikeroyok Preman yang Minta Jatah
• 20 jam laludetik.com
thumb
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Menlu Sugiono Tuntut Investigasi Menyeluruh
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
DPR: Instruksi Panglima TNI Agar Pasukan di Libanon Masuk Bunker Adalah Langkah Terukur
• 10 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.