Jakarta, tvOnenews.com - Kekecewaan mendalam dirasakan Mikel Arteta setelah Arsenal harus angkat kaki lebih cepat dari ajang Piala FA. Sang pelatih pun langsung mengungkap sejumlah faktor yang membuat timnya gagal melangkah ke semifinal.
Arteta menilai hasil tersebut bukan sekadar soal keberuntungan, melainkan ada aspek permainan yang tidak berjalan sesuai rencana. Ia menyoroti bagaimana The Gunners gagal memaksimalkan momen penting sepanjang pertandingan.
Dalam laga perempat final yang berlangsung di St Mary's Stadium, Arsenal harus mengakui keunggulan Southampton dengan skor 1-2. Kekalahan ini sekaligus mengubur ambisi The Gunners untuk kembali merasakan atmosfer Wembley.
Bagi Arteta, kegagalan ini terasa menyakitkan karena peluang sebenarnya terbuka lebar. Ia melihat timnya sempat menguasai jalannya laga dalam beberapa fase pertandingan.
"Ya, kami sangat kecewa bahwa kami kehilangan kesempatan untuk kembali bermain di Wembley," ujar Arteta dikutip dari situs resmi Arsenal, Minggu (5/4/2026).
"Saya rasa kami punya banyak momen ketika kami bisa mencatatkan dominasi," tambahnya.
Meski mampu menciptakan sejumlah peluang, Arsenal dinilai kurang tajam dalam penyelesaian akhir. Arteta menyebut hal itu sebagai salah satu titik lemah yang sangat menentukan hasil akhir.
"Ketika kami mendapatkan kesempatan dan situasi [untuk mencetak gol], kami tidak memanfaatkan hal tersebut tidak cukup baik," kata Arteta.
Tak hanya soal efektivitas, Arteta juga mengkritisi cara timnya bertahan. Ia menilai tekanan terhadap lawan tidak dilakukan secara maksimal sejak lini depan.
Akibatnya, Southampton bisa membangun serangan dengan relatif mudah tanpa gangguan berarti. Situasi tersebut membuat lini belakang Arsenal harus bekerja lebih keras dari seharusnya.
Tekanan yang terus datang akhirnya berbuah gol bagi Southampton. Arteta pun menilai kondisi itu sebagai konsekuensi dari pendekatan bertahan yang terlalu dalam.
"Ketika kami langsung bertahan di sekitar kotak penalti seperti yang kami lakukan hari ini, kami akan menempatkan diri kami dalam situasi yang sangat sulit," ucap Arteta.
"Mereka bisa memaksimalkan hal tersebut dan itulah alasan kami tersingkir," sambungnya.
Meski ada momen kesalahan dalam pertandingan, Arteta tidak ingin menyalahkan pemain tertentu. Ia menegaskan bahwa sepak bola selalu menyimpan risiko kesalahan individu.




