JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Donny Pramono, menegaskan kecelakaan truk TNI di Kalideres, Jakarta Barat, bukan sengaja dilakukan.
Meski demikian, Donny memastikan, TNI AD tetap akan menindak tegas apabila ditemukan unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.
“Apabila dalam hasil penyelidikan terbukti adanya kelalaian dari pengemudi kendaraan dinas, maka yang bersangkutan akan diproses sesuai ketentuan hukum secara tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu," kata Donny dalam rilis yang diterima Kompas.com, Minggu (5/4/2026).
Baca juga: Truk TNI yang Tabrak Motor di Kalideras Tengah Antar Siswa SD ke LDKS
Ia menambahkan, dari indikasi awal, insiden itu murni kecelakaan, namun penyelidikan tetap dilanjutkan untuk memastikan penyebab pastinya.
Pengemudi truk sudah melaporkan diri dan saat ini diperiksa oleh Detasemen Polisi Militer.
TNI AD juga berkoordinasi dengan kepolisian agar proses hukum berjalan objektif.
“Terhadap korban luka, telah diberikan bantuan biaya pengobatan. Sementara keluarga korban meninggal dunia, perwakilan satuan sudah melakukan takziah, menyampaikan permohonan maaf, dan memberikan santunan sebagai bentuk empati dan tanggung jawab," jelas Donny.
Korban meninggal adalah AM (51), yang dibonceng sepeda motor saat truk melintas di Jalan Utan Jati, Kalideres, Jumat (3/4/2026) pagi.
Saksi mata Firman mengatakan iring-iringan lima truk TNI melintas dengan kecepatan tinggi sekitar pukul 07.30 WIB.
Baca juga: Polisi dan Denpom Selidiki Pembonceng Motor Tewas Ditabrak Truk TNI di Kalideres
“Terakhir yang kelima akhirnya berhenti juga, karena yang kedua ini sudah berhenti. Kayaknya sudah tahu, ada motor ketabrak. Tapi sudah, sempat berhenti sebentar lalu langsung jalan lagi," kata Firman.
Rombongan truk itu sedang mengantar siswa SDN 05 Kalideres untuk kegiatan LDKS Pramuka ke Cisarua.
Dugaan awal, kecelakaan terjadi saat sepeda motor menyalip truk dari kiri dan kehilangan kendali.
Donny menegaskan, jika ada kelalaian pengemudi, hukum akan ditegakkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang