Menag Nasaruddin Minta Tambahan Anggaran Rp24,8 Triliun, Untuk Apa?

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengusulkan tambahan anggaran 2026 sebesar Rp24,8 triliun. Anggaran itu nantinya akan difokuskan pada upaya memperjuangkan kesetaraan kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia.

"Usulan anggaran ini adalah ikhtiar kita untuk menjamin bahwa tidak ada lagi ketimpangan antara madrasah dan sekolah umum," kata Nasaruddin dalam keterangannya, Minggu, 5 April 2026.

Baca Juga :
Fasilitas dan Layanan Tak Penuhi SOP, BGN Bakal Setop Insentif SPPG
Kepala BGN Ultimatum 2.100 SPPG Perbaiki Layanan MBG, 1.789 Lainnya Kena Suspend

Dia merinci usulan tambahan anggaran tersebut akan dialokasikan pada sejumlah program strategis, di antaranya Revitalisasi Satuan Pendidikan sebesar Rp13,7 triliun, Digitalisasi Pembelajaran sebesar Rp10,9 triliun.

Kemudian, Bantuan Buku Tulis Gratis sebesar Rp159 miliar, dan Sekolah Unggul Garuda Transformasi sebesar Rp22,9 miliar.

"Pemerintah harus hadir dan memberikan perhatian yang sama. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan antara pendidikan di sekolah umum maupun sekolah keagamaan. Semuanya harus setara, karena ini menyangkut hak anak bangsa untuk masa depan mereka," ungkapnya.

Fokus utama usulan ini salah satunya adalah perbaikan sarana dan prasarana (Sarpras) yang mendesak. Anggaran revitalisasi sebesar Rp13,7 triliun direncanakan menyasar 7.131 lembaga satuan pendidikan, yang terdiri atas 6.973 madrasah, 128 sekolah Kristen, 13 sekolah Katolik, 9 sekolah Hindu, dan 8 sekolah Buddha.

Menag menyoroti kondisi bangunan madrasah yang saat ini masih banyak membutuhkan perbaikan serius. Menurutnya, kualitas Sarpras adalah cerminan keberpihakan negara terhadap pendidikan keagamaan.

Hal lain yang menjadi sorotan Menag adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, jangkauan MBG di lingkungan madrasah dan pondok pesantren baru mencapai 10-12 persen, jauh tertinggal dibandingkan sekolah umum yang diproyeksikan segera mencapai 80 persen.

“Padahal, jika melihat kondisi ekonomi, anak-anak madrasah dan santri di pondok pesantren sangat membutuhkan dukungan ini. Kami berharap jangkauannya ditingkatkan,” ujar Menag.

Ia menambahkan bahwa pondok pesantren memiliki ekosistem yang paling siap dalam menjalankan program MBG.

“Di pesantren hampir tidak ada kasus risiko kesehatan terkait pangan, karena mereka sudah terbiasa dengan pola dapur mandiri dan makan bersama. Ini adalah model yang sangat aman dan efektif,” ujarnya.

Menag berharap usulan anggaran ini dapat dipahami dan disetujui demi mengakselerasi peningkatan kualitas SDM Indonesia melalui jalur pendidikan keagamaan yang unggul dan inklusif. (Ant)

Baca Juga :
Program MBG Dinilai Perlu Terapkan Sistem Rantai Dingin sebagai Standar Teknis
Pastikan Pembangunan Sesuai Target, Kemenko PM Monitoring Pembangunan Ponpes Al Khoziny
Bos BGN Ungkap Fakta Mengejutkan soal Viral Susu MBG Dijual di Minimarket

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Liga Italia Hari Ini, Minggu 5 April 2026: Emil Audero Siap Unjuk Gigi, Big Match Inter Milan vs AS Roma Digelar Malam Nanti
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Seruan Damai dari Vatikan, Paus Leo XIV Ingatkan Bahaya Konflik Global
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Patroli Gabungan di Jakarta Timur, Bubarkan Pesta Miras dan Tangkap Sejumlah Remaja
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Huntara Segera Rampung, Penyintas di Desa Lubuk Sidup Siap Memulai Hidup Baru
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Hasil Super League: Kartu Merah Jadi Petaka, Persija Ditekuk Bhayangkara
• 43 menit lalumedcom.id
Berhasil disimpan.