TNI Pastikan Lindungi Seluruh Personel di Libanon

mediaindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita

KOMANDAN Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, menegaskan komitmen penuh negara dalam menjamin keselamatan personel TNI yang bertugas di bawah bendera PBB. Hal ini disampaikan saat ia menjenguk langsung prajurit Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit St. George, Beirut, Lebanon.

Para prajurit tersebut menjadi korban serangan saat menjalankan misi bersama Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pekan lalu.

"Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan kepada seluruh personel serta berperan aktif dalam mendukung upaya pemeliharaan perdamaian dunia melalui pengiriman Pasukan Garuda,” ujar Mayjen Iwan dalam keterangan tertulis Pusat Informasi PBB (UNIC) di Indonesia, Minggu (5/4).

Baca juga : Malaysia Hentikan Operasi di Libanon Usai Personel TNI Gugur

Dalam kunjungan yang berlangsung Sabtu (4/4) waktu setempat tersebut, Mayjen Iwan menemui tiga personel yang masih dirawat intensif, yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, Praka Rico Pramudia, dan Praka Deni Rianto. Selain memberikan dukungan moral, ia juga mendoakan kesembuhan para prajurit agar dapat segera kembali pulih.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Duta Besar RI untuk Lebanon Dicky Kumar, DCO Seceast UNIFIL Kolonel Inf. A. Juni Toa, dan Dirbinops PMPP TNI Kolonel Inf. Untung Prayitno.

Kehadiran pimpinan tertinggi PMPP TNI di wilayah konflik ini merupakan wujud nyata perhatian negara terhadap keselamatan prajurit yang bertugas di zona berbahaya. Selain ketiga personel di atas, dua prajurit lainnya, Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan, juga dilaporkan terluka dalam insiden keamanan serupa.

Baca juga : Instruksi Masuk Bunker Dikritik, Pengamat: TNI Jangan Setengah Hati Hadapi Ancaman di Libanon

Tiga Prajurit TNI Gugur

Adapun Indonesia kehilangan tiga prajurit TNI di Lebanon, mereka adalah Praka Farizal Rhomadhon yang wafat akibat terkena tembakan artileri pada Minggu (29/3), disusul Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan yang gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang pada Senin (30/3).

Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan terhadap personel UNIFIL dan mendesak adanya penyelidikan menyeluruh. Indonesia juga mendorong diadakannya sidang luar biasa Dewan Keamanan PBB terkait insiden tersebut.

(Ant/P-4)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Ngamen di TikTok, Pinkan Mambo Punya Penghasilan di Atas UMR dalam Sehari: Jauh Banget, Wow Banget 
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Geram 3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan di Lebanon, Kecam Keras Tindakan keji
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Nahas Karyawan Pabrik di Tangerang Tewas Terlindas saat Tidur di Kolong Truk
• 12 jam laludetik.com
thumb
Barcelona Tekuk Atletico Madrid 2-1, Gol Lewandowski Jadi Kunci Kemenangan
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Duel Mobil di Tol Arah Kemayoran Viral, Polisi Temukan Kejanggalan Identitas Pemilik Kendaraan
• 10 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.